Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bima, Dompu dan Sumbawa Jadi Sasaran Penyerapan Jagung Bapanas

Yuyun Kutari • Rabu, 21 Mei 2025 | 09:19 WIB
Jagung menjadi salah satu komoditas pangan yang penting dan strategis, baik sebagai bahan makanan, pakan ternak, maupun bahan baku industri.
Jagung menjadi salah satu komoditas pangan yang penting dan strategis, baik sebagai bahan makanan, pakan ternak, maupun bahan baku industri.

LombokPost - Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus melakukan persiapan, terkait serapan panen jagung yang akan berlangsung pada beberapa bulan ke depan, terutama di sejumlah sentra seperti Gorontalo, Bima, Dompu dan Sumbawa.

Persiapan yang dilakukan salah satunya adalah dengan melakukan rapat koordinasi harian maupun mingguan, untuk mengurai jalanya keluar masuk truk pengangkut ribuan ton jagung yang masuk ke pabrik-pabrik penyimpan maupun pengolahanan yang terpadu.

“Rapat koordinasi persiapan penyerapan jagung sudah dilaksanakan karena dalam dua bulan ke depan akan ada panen jagung di sentra produksi seperti Gorontalo, Bima, Dompu dan beberapa tempat di Sumbawa,” kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi.

Biasanya, kata Arief, puluhan truk pengangkut jagung akan masuk melalui pintu-pintu antrean panjang sehingga menyebabkan waktu proses distribusi yang cukup lama.

“Pada saat nanti panen raya biasanya antri truk sampe puluhan untuk masuk ke gudang-gudang penyerapan sehingga ini menjadi konsen kita tentunya bersama pemerintah di NTB,” katanya.

Dirinya menjelaskan sebagai gambaran, penyerapan jagung pemerintah sampai saat ini baru 3 persen, di mana perlu didorong dan didukung oleh semua pihak terutama para kepala daerah yang memiliki sentra produksi jagung terbesar Nasional.

“Saya kira ini memang perlu didorong karena hari ini gudang Bulog penuh dengan beras 3,75 juta ton, bahkan sudah diupayakan gudang lainnya. Jadi mau tidak mau harus kita siapkan gudang untuk jagung,” papar Arief.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan capaian swasembada beras dan jagung sebagai komoditas strategis nasional yang menjadi konsumsi masyarakat sehari-hari.

“Alhamdulliah, Presiden mengatakan produksi beras dan jagung RI menyentuh angka tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia berdiri,” ujarnya.

Dengan waktu yang singkat pemerintah bisa membuktikan, Indonesia sudah ke arah swasembada pangan dan ini di luar dugaan.

Produksi beras dan jagung saat ini tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Sementara itu, Badan Urusan Logistik (Bulog) NTB mendapat penugasan penyerapan hasil panen jagung tahun ini 78 ribu ton. 

“Berbeda dengan beras, untuk jagung ini waktu penugasannya sepanjang tahun, artinya sampai dengan akhir tahun,” ujar Pimwil Bulog NTB Sri Muniarti.

Dalam penyerapan jagung pipilan kering ini, Bulog NTB berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder.

Di antaranya, Pemprov NTB dan Polda NTB.  Koordinasi dengan Pemprov NTB, kata Sri, terkait gudang penyimpanan.

“Sedangkan dengan Polda NTB, kita ketahui bahwa Polri mendapatkan tugas pendampingan maupun pengawalan selama ini berjalan,” jelasnya. (yun)

Editor : Kimda Farida
#Jagung #Panen Raya #bulog #Bapanas #Sumbawa #Bima #Dompu