Moh Syakir tidur berbaring di sebelah sang bunda, Nyai Hj Amiratul Mawaddah, yang terlelap dalam posisi duduk di kursi tengah.
Adapun sang ayah, KH Taufik Hasyim, juga dalam posisi tertidur di sebelah sopir ketika kecelakaan maut di Tol Pasuruan-Probolinggo terjadi.
Bagian depan dan tengah mobil nyaris tak berbentuk.
Baca Juga: Hadiri Konferwil XIV PWNU NTB, Kanwil Kemenkum NTB Siap Bersinergi dalam Program Strategis
POSISI tidur Moh Syakir yang berbaring diduga menyelamatkan Buyung 7 tahun itu dari dampak fatal tabrakan mobil yang dinaikinya dengan truk ekspedisi.
Putra pasangan Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) KH Taufik Hasyim dan Nyai Hj Amiratul Mawaddah itu tidur di kursi belakang sopir.
Dia bersebelahan dengan sang bunda yang terlelap dalam posisi duduk.
Waktu sudah memasuki Sabtu (14/6) dini hari ketika Toyota Inova Zenix pelat nomor N 1086 EL yang dinaiki keluarga Kiai Taufik memasuki Tol Pasuruan-Probolinggo, Jatim, Km 835.600 A.
Mereka dalam perjalanan pulang ke Jember setelah menghadiri acara 40 hari nenek Kiai Taufik di Pamekasan.
Kecuali sopir M. Sholehudin, semua yang ada di mobil tersebut tengah terlelap ketika kecelakaan pada pukul 02.00, yang diduga karena pengendara mengalami microsleep atau tidur singkat, itu terjadi.
Sebagaimana dilansir Radar Bromo Grup Jawa Pos, Kanitlaka Polres Probolinggo Kota Ipda Farouk Rahmat Hidayat menjelaskan, Kiai Taufik duduk di sebelah sopir.
Baca Juga: Kiai Marzuki Dicopot Dari Ketua PWNU Jatim, Ini Respons Cak Imin
Nyai Amiratul duduk di kursi kedua atau tengah.
Dan, di sebelahnya ada Syakir. Lalu di kursi paling belakang ada adik Syakir, Muhammad Ali, 4. Dia bersebelahan dengan pengasuhnya, Siti Sulaiha, 21.
Farouk mengatakan, dalam kecelakaan itu mobil menabrak bagian belakang truk Mitsubishi nopol DK 8348 CT yang dikemudikan Siswoyo.
Tabrakan itu menyebabkan mobil korban sampai masuk ke kolong truk. Bagian depan dan tengah mobil rusak parah dan nyaris tak berbentuk. Terutama bagian depan sebelah kiri, tempat duduk Kiai Taufik.
Kerusakan ini terjadi sampai ke bagian kursi tengah atau kursi kedua, tempat Nyai Amiratul duduk bersama putranya, Syakir.
“Di kursi nomor dua itu ada Ibu Nyai dan anaknya. Namun, posisi anaknya tertidur seperti dalam posisi berbaring sehingga tidak langsung terkena benturan,” katanya.
Andai saja Syakir juga tidur dalam posisi duduk, lanjut Farouk, kemungkinan dia juga bakal mengalami benturan keras.
Sedangkan kursi paling belakang yang diisi Ali dan Siti Sulaiha adalah posisi paling aman dalam kecelakaan tersebut.
“Sebab, tidak terlalu terkena benturan dengan truk,” katanya.
Kiai Taufik dan Nyai Amiratul meninggal di lokasi. Keempat penumpang lain selamat. Mereka dirawat di RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo.
Sholehudin, sopir, mengalami patah tangan sebelah kanan. Sedangkan Syakir luka ringan. Kemarin, semua korban sudah pulang dari rumah sakit.
Kehilangan Tokoh
Selain sebagai wakil ketua PWNU Jatim, Kiai Taufik merupakan pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Pamekasan dan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kaliglagah Jember.
Mengutip Radar Jember Grup Jawa Pos, jenazah Kiai Taufik dan Nyai Amiratul tiba di Pondok Pesantren Miftahul Ulum pada Sabtu (14/6). Ribuan santri, tokoh agama, dan masyarakat memadati kompleks pesantren untuk mengiringi kepulangan dua tokoh yang dikenal luas akan keteladanannya dalam membimbing umat itu.
“Neneknya, almarhumah Nyai Farida, di Madura tempo hari wafat. Kiai Taufik, istri, dan anak pulang ke Madura menghadiri acara tahlilan 40 harinya,” jelas KH Muhammad Husni, paman Kiai Taufik, kepada awak media.
Semasa hidup, Kiai Taufik dikenal sebagai ulama kharismatik yang aktif dalam kegiatan dakwah, pendidikan, serta sosial keagamaan.
“Sebelum Kiai Taufik ke Madura, sempat mengisi ceramah di sekitar pondok,” kata salah seorang warga.
Sementara itu, Ipda Farouk menambahkan, pihaknya masih menyelidiki kasus kecelakaan tersebut. Diduga kuat sang sopir mengalami microsleep saat berkendara sehingga tidak bisa mengendalikan mobilnya dengan baik dan menabrak bodi belakang truk. “Untuk saat ini, masih kami dalami kasusnya,” kata Farouk singkat. (INAYAH PUTRI MAHARANI, Pasuruan – M. ADHI SURYA, Jember/hn/nur/ttg/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida