Kemenkes Rencanakan Vaksin HPV Gratis untuk Wanita 20 Tahun ke Atas Mulai 2027
Sanchia Vaneka• Rabu, 18 Juni 2025 | 12:22 WIB
KEKEBALAN TUBUH: Semakin banyak individu yang melakukan vaksin di suatu wilayah, maka Herd Immunity akan tercapai. (IVAN/LOMBOK POST)
Lombok Post – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mewacanakan langkah strategi untuk memperluas program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) secara gratis bagi perempuan berusia 20 tahun ke atas.
Rencana ini diproyeksikan akan mulai diimplementasikan pada tahun 2027 sebagai bagian dari upaya percepatan eliminasi kanker serviks di tanah air.
Latar Belakang dan Urgensi
Langkah ini didasarkan pada data tingginya angka kasus dan kematian akibat kanker serviks di Indonesia.
Kanker yang disebabkan oleh infeksi HPV ini menjadi salah satu penyebab utama kematian pada perempuan. Tanpa intervensi yang signifikan, angka kejadiannya diperkirakan akan terus meningkat.
"Sebenarnya pada program vaksinasi HPV, sudah termasuk pemberian vaksin pada kelompok lebih tua,” ungkap perwakilan Kemenkes seperti dikutip dari berbagai media pada pertengahan Juni 2025.
Pemberian vaksin pada kelompok usia dewasa yang aktif secara seksual dinilai krusial untuk menekan laju penularan virus dan melindungi populasi yang belum mendapatkan vaksin di usia sekolah.
Meskipun rencana ini telah diumumkan, Kemenkes menegaskan bahwa detail pelaksanaan dan implementasinya masih dalam tahap pembahasan internal.
Sasaran Sasaran: Perempuan berusia 20 tahun ke atas.
Target Waktu: Direncanakan dimulai pada tahun 2027.
Status: Masih dalam tahap wacana dan pengkajian.
Saat ini, pemerintah tetap memfokuskan program vaksinasi HPV gratis pada sasaran utama, yaitu anak perempuan kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD) atau sederajat.
Program ini berjalan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan terus meluas jangkauannya setiap tahun.
Harapan untuk Masa Depan
Perluasan program vaksinasi yang ditargetkan ini dapat menjadi salah satu pilar utama, di samping deteksi dini melalui skrining, dalam mencapai target eliminasi kanker serviks nasional pada tahun 2030.
Para ahli kesehatan menyambut rencana ini dengan baik, meskipun tekanan dan kewaspadaan sudah matang dari segi anggaran, logistik, dan sosialisasi kepada masyarakat agar program dapat berjalan efektif saat diluncurkan nanti.
Masyarakat diimbau untuk menunggu informasi resmi lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan mengenai mekanisme dan jadwal pasti dari program vaksinasi HPV untuk kelompok dewasa ini.