Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bocah SD Diserang Anjing Liar, Disnakeswan Waspada Rabies

S
Penulis: Supardi/Bapak Qila❯
DIGIGIT ANJING: Korban Ahmad Muzammil Hawari saat menjalani perawatan di ruang bedah RSUD dr Soedjono Selong setelah diserang segerombolan anjing liar di dekat rumahnya. (SUPARDI/LOMBOK POST)
DIGIGIT ANJING: Korban Ahmad Muzammil Hawari saat menjalani perawatan di ruang bedah RSUD dr Soedjono Selong setelah diserang segerombolan anjing liar di dekat rumahnya. (SUPARDI/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost - Ahmad Muzammil, bocah 11 tahun asal Desa Sakra Selatan, Lombok Timur (Lotim) diserang anjing liar. Saat ini korban menjalani perawatan di RSUD dr Soedjono Selong karena mengalami luka cukup parah di sejumlah bagian tubuh.

Kabag Humas RSUD dr Soedjono Selong Muksan mengatakan, penanganan awal dilakukan di Puskesmas Lepak Kecamatan Sakra Timur. Korban langsung diberikan vaksin rabies pertama sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Setelah kejadian, penanganan pertama langsung dilakukan di puskesmas Lepak, Kecamatan Sakra Timur,” terang Muksan kepada Lombok Post, Selasa (21/4).

Di rumah sakit, korban menjalani pembersihan luka untuk mencegah risiko infeksi. Luka paling parah terdapat di bagian kaki kiri. Pemberian vaksin yang kedua akan dilakukan jika timbul gejala lanjutan seperti demam.

“Kalau tidak ada gejala tambahan setelah pemberian vaksin, maka cukup dengan pemberian vaksin yang sekali,” jelasnya.

Advertisement

Ibu korban, Sri mengatakan, peristiwa itu terjadi saat korban bermain bersama teman-temannya di sekitar rumah. Korban dikejar anjing liar dan sempat terjatuh di sawah sebelum akhirnya diserang.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di tangan, kaki, dada, pantat, dan bagian tubuh lainnya. Setelah kejadian, korban yang merupakan siswa kelas IV SDN 1 Lepak langsung dibawa ke puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD dr Soedjono Selong.

Sri mengatakan, kasus serangan anjing liar di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di desa tetangga. “Kondisi korban saat ini sudah lumayan membaik, tapi kadang mengalami panas,” singkatnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakeswan Lotim drh Hultatang mengatakan, dalam sepekan terakhir terdapat dua kasus gigitan anjing di Lotim, satu di antaranya meninggal dunia.

“Lima hari yang lalu juga ada kejadian diserang anjing di Desa Semaya, Kecamatan Sikur, mengakibatkan korban meninggal dunia. Kejadiannya itu di sawah dan sekarang kejadiannya juga di sawah,” bebernya.

Advertisement
Editor : Redaksi
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Stok Vaksin Aman,  NTB Fokus Jangkau Anak Belum Imunisasi

Stok Vaksin Aman, NTB Fokus Jangkau Anak Belum Imunisasi

Stok vaksin IDL NTB aman 812.042 dosis, tantangan kini meningkatkan cakupan dan menjangkau seluruh sasaran imunisasi anak.

Vaksinasi PMK di NTB Tidak Lagi Semasif Dulu

Vaksinasi PMK di NTB Tidak Lagi Semasif Dulu

Vaksinasi PMK NTB melambat akibat keterbatasan operasional, meski pemerintah menargetkan 500 ribu ternak tervaksin hingga akhir tahun.

Anak Berhak Mendapat Perlindungan lewat Imunisasi

Anak Berhak Mendapat Perlindungan lewat Imunisasi

Imunisasi merupakan hak anak untuk memperoleh perlindungan kesehatan dari penyakit infeksi berat yang dapat dicegah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer