Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ditemukan Meninggal di Wilayah Aliran Bojonegoro, Dua Saudara Kembar dan Satu Pencari Emas Tenggelam di Bengawan Solo

Lombok Post Online • Senin, 23 Juni 2025 | 13:06 WIB

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Muhammad Nur Ismail akhirnya bisa “dipertemukan” kembali dengan saudara kembarnya Muhammad Nur Rosyid.

Sayangnya, keduanya sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Kedua remaja berusia 16 tahun, warga Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu tenggelam di Bengawan Solo pada Sabtu (21/6).

Jenazah Rosyid ditemukan lebih dulu pada hari yang sama. Sedangkan jenazah Mail ditemukan Sabtu (21/6) pagi pukul 07.30.

“Korban kedua ditemukan radius sekitar 5 kilometer dari tempat kejadian musibah,” ujar Kepala Seksi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro Agus Purnomo, saat dikonfirmasi Radar Bojonegoro Grup Jawa Pos Jumat (20/6).

Mail dan Rosyid baru menyelesaikan pendidikan mereka di SMPN 2 Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Keduanya juga baru diterima di SMAN 1 Padangan. 

 Baca Juga: Siswa SMA Dilaporkan Tenggelam di Pantai Selong Belanak, Tim SAR Lakukan Pencarian

Awal Musibah

Pada Sabtu siang, lima remaja dari Dusun Tenggor, Desa Sudu, berencana berenang di aliran Sungai Bengawan Solo yang melintas di desa mereka. Dua di antaranya adalah Mail dan Rosyid.

Saksi mata menceritakan, awalnya Rosyid yang menceburkan diri. Namun, setelah lama ditunggu tidak muncul di permukaan, Mail langsung ikut menceburkan diri untuk mencari saudara kembarnya.

“Kedua korban saudara kembar, ikut tenggelam saat berusaha menolong,” ungkap Kepala Seksi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro Agus Purnomo.

Namun, Mail juga hanyut. Ketiga rekan mereka langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Rosyid ditemukan pada hari itu juga, namun tidak dengan Mail. Baru keesokan harinya dia ditemukan dalam kondisi serupa saudara kembarnya: meninggal dunia.

Sering Beraktivitas di Sungai

Selain dua saudara kembar tadi, di desa lain—masih dalam aliran Bengawan Solo wilayah Bojonegoro—juga terdapat korban meninggal lainnya: Tambak. Pria berusia 67 tahun itu ditemukan meninggal setelah dilaporkan tenggelam di Kecamatan Ngraho.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Heru Wicaksana mengatakan, personel baru sampai di lokasi pukul 08.00 dan jenazah korban ternyata telah dievakuasi.

Ditemukan Meninggal di Wilayah Aliran Bojonegoro, Dua Saudara Kembar dan Satu Pencari Emas Tenggelam di Bengawan Solo.
Ditemukan Meninggal di Wilayah Aliran Bojonegoro, Dua Saudara Kembar dan Satu Pencari Emas Tenggelam di Bengawan Solo.

“Sudah ditemukan, untuk kronologi lengkap kami masih menunggu laporan dari tim Pusdalops,” jelas Heru.

Sementara itu, Kepala Desa Kacangan, Kecamatan Malo, Jupri membenarkan bahwa korban merupakan warganya. “Almarhum memang biasanya sering beraktivitas mencari emas di wilayah Ngraho,” terang Jupri.

Meski tidak sebanyak dulu, masih ada orang yang mencari emas di Desa Ngraho, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Yang mencari tak hanya warga setempat, tapi juga warga desa, kecamatan, bahkan kabupaten lain. Pencarian umumnya dilakukan dengan motode dan alat sederhana, misalnya menyelam. (dan/cho/ttg/JPG/r3)

Editor : Siti Aeny Maryam
#Tenggeelam #bojonegoro #meninggal dunia #BPBD #bengawan solo #saudara