Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Guide Pemandu Juliana Marins Sudah Diperiksa Polisi Dua Kali, Begini Hasilnya

Rosmayanthi • Sabtu, 28 Juni 2025 | 07:59 WIB

Guide pemandu Juliana Marins sudah diperiksa polisi dua kali, Ali Musthofa membantah meninggalkan Juliana saat tengah beristirahat.
Guide pemandu Juliana Marins sudah diperiksa polisi dua kali, Ali Musthofa membantah meninggalkan Juliana saat tengah beristirahat.
LombokPost - Pendaki wanita asal Brasil, Juliana De Souza Pereira Marins (27) jatuh terperosok ke jurang saat mendaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu (21/6). 

Keberadaan korban terdeteksi tiga hari kemudian dalam kondisi meninggal dunia dan jasad Juliana telah dievakuasi Rabu (25/6).

Masih terbersit tanda tanya apa yang sebenarnya terjadi hingga Juliana Marins bisa terjatuh hingga menyebabkannya tewas.

Polisi telah memeriksa guide atau pemandu yang membawa Juliana Marins dan lima orang temannya saat mendaki Gunung Rinjani sebanyak dua kali.

Pemeriksaan dilakukan Satreskrim Polres Lombok Timur (Lotim).

"Iya (sudah diperiksa) tadi sama kemarin. Sudah dua kali (diperiksa)," kata Kasatreskrim Polres Lotim AKP I Made Dharma Yulia Putra dilansir detikBali, Kamis (26/6).

Pemeriksaan dilakukan untuk menggali kejadian Juliana terjatuh hingga meninggal. Dugaan AM meninggalkan Juliana saat terjatuh masih didalami.

"Interogasi-interogasi awal saja," ungkap Yulia Putra.

Kasatreskrim Polres Lotim ini enggan berkomentar lebih jauh dengan alasan masih mendalami kasus jatuhnya Juliana Marins.

"Masih didalami. Tidak bisa dugaan-dugaan itu, belum pasti itu. Kami belum tahu juga seperti apa, masih pendalaman," timpalnya.

Peristiwa meninggalnya Juliana Marins memang meninggalkan sorotan terhadap guide yang memandunya. 

Sang guide oleh netizen dituduh tega meninggalkan Juliana seorang diri sebelum membuatnya terjatuh dan tewas.

Tak ingin terus disalahkan, guide pemandu Juliana yang bernama Ali Musthofa akhirnya memberikan pengakuan kepada media Brasil, Oglobo.globo pada Jumat (27/6/2025).

Ali membantah meninggalkan Juliana saat beristirahat.

Ali mengungkapkan, saat Juliana beristirahat, dia bersama rombongan 5 orang lainnya melanjutkan perjalanan. 

"Saya menunggu 3 menit lebih dulu, saya tidak meninggalkannya," kata Ali.

Kemudian dia merasa ada kejanggalan ketika Juliana yang ditunggu tidak juga menyusul. 

Dia lalu memutuskan untuk kembali ke lokasi Juliana beristirahat 30 menit kemudian. 

"Setelah sekitar 15 atau 30 menit, Juliana tidak muncul. Saya mencarinya di tempat peristirahatan terakhir, tetapi saya tidak menemukannya," kata dia. 

"Saya bilang saya akan menunggunya lebih dulu, saya menyuruhnya untuk beristirahat," beber Ali melajutkan.

Keberadaan Juliana baru diketahui ketika ada cahaya senter. 

"Saya sadar ketika saya melihat cahaya senter di jurang sedalam sekitar 150 meter dan mendengar suara Juliana meminta pertolongan. Saya bilang saya akan menolongnya," imbuh Ali.

Ali pun langsung menghubungi tempatnya bekerja untuk diteruskan ke Tim SAR. Ali mengaku tidak berdaya untuk melakukan penyelamatan sehingga pilihannya adalah menunggu Tim SAR.

Ali mengaku memandu Juliana untuk perjalanan pendakian Gunung Rinjani dengan bayaran sebesar Rp 2,5 juta.

Hasil Visum Juliana Marins

Jika melihat video pertama kali jasad Juliana Marins ditemukan, nampak jelas jejek dari jasad Juliana Marins yang telah mengalami luka parah setelah terjatuh.

Jika kita amati video ketika jasad Jualiana Marins ditemukan, memang sangat tidak mungkin dia bertahan dalam keadaan hidup, mengingat kondisi jasadnya yang nampak sangat parah.

Di sekujur badan terdapat banyak luka berdarah, baju yang dikenakan pun penuh sobek dan sepatunya terhempas dari kaki.

Dari posisi tangan dan pinggul nampak tak sejajar, seolah Juliana Marins sempat terguling hebat cukup lama. Hal ini nampak dari jejak batu yang kemungkinan dilalui tubuh Juliana Marins penuh darah.

Kondisi jasad ini sesuai pula dengan hasil otopsi jasad Juliana Marins yang dirilis RS Bali Mandara, Denpasar, Bali. 

Juliana Marins, diperkirakan meninggal dunia sekitar 20 menit setelah terjatuh dan mengalami luka berat.

Dokter Spesialis Forensik RS Bali Mandara, dr. Ida Bagus Putu Alit, menyatakan bahwa penyebab kematian Juliana Marins adalah luka berat akibat benturan keras di bagian punggung, yang menyebabkan pendarahan masif di rongga dada.

Dari posisi tangan dan pinggul nampak tak sejajar, seolah Juliana Marins sempat terguling hebat cukup lama.
Dari posisi tangan dan pinggul nampak tak sejajar, seolah Juliana Marins sempat terguling hebat cukup lama.

“Benturan keras terjadi di punggung dan menyebabkan pendarahan banyak di rongga dada,” ujar dr. Putu Alit, dalam konferensi pers pada Jumat (27/6/2025).

Menurutnya, dari kondisi luka yang ditemukan, diperkirakan korban meninggal sekitar 20 menit setelah benturan terjadi.

“Kalau kita perkirakan, sekitar 20 menit setelah mengalami luka tersebut,” tambahnya.

Menanggapi dugaan bahwa Juliana masih sempat menunjukkan gerakan saat terjatuh, dr. Putu Alit menolak berspekulasi lebih jauh.

Ia menegaskan bahwa kesimpulan yang diambil murni berdasarkan fakta medis dari hasil autopsi.

“Kami hanya bicara berdasarkan fakta. Tidak ada bukti bahwa korban meninggal dalam waktu lama setelah jatuh,” katanya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#rinjani #jurang #Ali #otopsi #Juliana Marins