Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, 61 Hilang! Prabowo Langsung Perintahkan Basarnas Bertindak

Alfian Yusni • Kamis, 3 Juli 2025 | 09:36 WIB
Operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. (istimewa)
Operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. (istimewa)

LombokPost - Kapal penumpang KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali akibat cuaca buruk. Insiden nahas itu terjadi pada Rabu malam (2/7) usai kapal berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali.

Tragisnya, dari total 65 orang di atas kapal—terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, sebanyak 61 orang dinyatakan hilang.

Hanya empat yang berhasil menyelamatkan diri dari maut setelah menggunakan sekoci. Empat korban selamat ditemukan di perairan Cekik, Bali Kamis pagi pukul 05.15 WITA.

Mereka adalah Saroji (47), Mansur (40), Romi Alga Hidayat, ketiganya warga Blimbingsari, Banyuwangi dan Sandi (44) asal Genteng, Banyuwangi. Saat ini mereka telah dievakuasi ke Kantor BPTD Gilimanuk dan dimintai keterangan.

Berita KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam ini langsung mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto.

Meski tengah menjalankan ibadah di Tanah Suci, Presiden Prabowo Subianto sigap memberi instruksi langsung dari Makkah.

“Dari Tanah Suci, Bapak Presiden memerintahkan kepada Basarnas dan seluruh instansi terkait untuk mengutamakan penyelamatan korban,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kamis (3/7).

Teddy menambahkan, Presiden Prabowo Subianto menerima laporan lengkap dari dalam negeri begitu kecelakaan kapal itu terjadi.

Prabowo memerintahkan agar proses pencarian dan penyelamatan korban kapal tenggelam di Selat Bali dilakukan secepat dan seefektif mungkin.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, menyatakan saat ini operasi SAR masih terus berlangsung.

 

Harapan untuk menemukan korban selamat dari KMP Tunu Pratama Jaya tetap terbuka, meski tantangan cuaca di perairan Selat Bali cukup berat.

Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polairud, dan nelayan setempat masih menyisir wilayah perairan yang luas.

Cuaca buruk dan ombak tinggi disebut sebagai penyebab utama kapal ini tenggelam.

Peristiwa kapal tenggelam di Selat Bali ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di Indonesia, yang kerap dipicu cuaca ekstrem serta kelebihan muatan.

Hingga berita ini diturunkan, nasib 61 penumpang KMP Tunu Pratama Jaya masih misterius. Keluarga korban pun menanti kabar dengan harap-harap cemas. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Tenggelam 20 Jam #KMP Tunu Pratama Jaya