LombokPost-Tradisi Pacu Jalur dari Riau kini mendunia. Bukan hanya karena balap perahunya yang khas, melainkan karena aksi penari cilik di ujung perahu yang viral dan menjadi tren global.
Gaya tenang penuh karisma bocah itu dikenal sebagai Aura Farming, dan kini ditiru pesepakbola dunia hingga influencer mancanegara.
Pacu Jalur adalah tradisi balap perahu khas masyarakat Kuantan Singingi, Riau.
Setiap perahu, atau jalur, didayung hingga 50 orang pria dewasa. Di ujung haluan, seorang anak kecil berdiri sambil berjoget. Anak ini disebut sebagai penari pucuk jalur atau "anak pacu".
Penari pucuk jalur adalah bagian tak terpisahkan dari atraksi, memberi semangat sekaligus daya tarik estetis dalam lomba yang biasanya digelar di Sungai Batang Kuantan.
Biasanya, gerakan anak pacu hanya disaksikan masyarakat lokal. Namun tahun ini, sebuah video TikTok yang memperlihatkan seorang bocah berdiri di ujung jalur sambil menari dengan ekspresi tenang dan gaya percaya diri, tiba-tiba mencuri perhatian dunia.
Gerakannya sederhana, diiringi lagu “Young Black & Rich” milik Melly Mike, namun berhasil memancarkan energi yang disebut netizen sebagai main character vibes.
Di antaranya di akun TikTok @rudeeinletjetski, TikTok @00pyune00, serta TikTok @itswizkhalifa.
Tagar #AuraFarming pun meroket. Klub-klub besar seperti Paris Saint-Germain (PSG) dan AC Milan mengunggah ulang video itu dan bahkan menirukannya dalam konten resmi mereka.
Aksi tersebut ikut diramaikan oleh sejumlah influencer internasional, yang membuat ulang gaya si bocah sambil berdiri di mobil, dermaga, bahkan panggung pertunjukan.
Media sosial penuh dengan parodi dan penghormatan terhadap sang anak pacu. Dalam banyak video, penonton mengomentari betapa ‘karismatik’ gaya si bocah.
Baca Juga: Wow, 272 Kasus Korupsi Terjadi di NTB, Tiga Kasus Terbesar Sumbang Kerugian Negara Rp 101 Miliar
Saking viralnya, banyak yang menganggap Aura Farming sebagai “tarian resmi internet 2025”.
Dalam sejumlah unggahan di media sosial banyak menyebut gaya anak pacu ini sebagai simbol ketenangan dan keteguhan. Sementara berbagai portal luar negeri menyebut tren ini sebagai bentuk “seni dari tradisi lokal Indonesia”.
Fenomena ini menjadi bukti nyata bagaimana budaya tradisional bisa menembus batas digital global. Dari sungai kecil di pedalaman Riau, gaya seorang anak pacu jalur mampu membuat dunia ikut menari.
Editor : Akbar Sirinawa