LombokPost – Setelah tabrakan antara truk dan angkot di turunan tajam Desa Kalijambe, Kabupaten Purworejo, yang menewaskan 11 orang (7/7), Jawa Tengah kembali diguncang kecelakaan lain sehari berselang (8/7).
Di Kota Semarang, tepatnya di perlintasan kereta api (KA) Kaligawe, sebuah truk pengangkut kedelai ditabrak KA Harina 96.
Akibat insiden kemarin pagi pukul 04.20 itu, pengemudi truk, M. Akbar, meninggal dunia di lokasi.
Korban yang berusia 20 tahun itu mengalami luka pada kepala, kaki, dan tangan.
Dua lainnya yang berada di dalam truk, termasuk Edi, ayah Akbar, selamat.
"Truk diduga menerobos palang pintu perlintasan kereta api yang sudah tertutup sehingga terjadi kecelakaan dengan Kereta Api 96 Harina yang melaju dari arah utara ke selatan," ungkap Kaurbinopsnal Satlantas Polrestabes Semarang AKP Ida Lismawati kepada Radar Semarang Grup Jawa Pos Selasa (8/7).
Truk Isuzu Giga tersebut melaju dari timur menuju barat, atau dari arah Terboyo ke Jalan Raden Patah.
Saat melintas di lokasi kejadian, karena diduga menerobos palang, truk itu tertabrak KA Harina tujuan Bandung–Semarang.
Benturan keras mengakibatkan truk bernomor polisi AB 8226 AS itu terseret kurang lebih sekitar 50 meter dari titik tabrakan. Pengemudi truk terjepit dalam kabin.
"Satu orang luka ringan pada kepala dan dirawat di Rumah Sakit Samsoe Hidajat, Kota Semarang. Satu orang tidak apa-apa, dan satu orang meninggal," jelas Ida mengenai kondisi ketiga penumpang truk.
Terkait dugaan bahwa petugas palang pintu terlambat menurunkannya, Ida menyebut bahwa indikasinya tidak mengarah ke sana karena palang sudah tertutup dan sirene berbunyi.
Baca Juga: Daripada Jalan Tol Lombok, Sekalian Saja Kereta Api Lombok
Meski demikian, Unit Laka Satlantas Polrestabes Semarang masih menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.
Setelah mengalami tabrakan, KA Harina ditarik ke Stasiun Semarang Tawang untuk dilakukan penggantian lokomotif. KA tersebut kembali melanjutkan perjalanan sekitar pukul 07.46.
Sementara itu, truk yang rusak di bagian depan berada di pinggir rel sisi barat.
Muatan kedelai pun bertebaran di jalan. Setelah proses evakuasi beberapa saat, lalu lintas yang sempat dialihkan kembali lancar pada pukul 09.05.
"Dengan melibatkan tim dari KAI Daop 4 Semarang, Dinas Perhubungan Kota Semarang, TNI, Polri, dan Basarnas, kami berhasil mengevakuasi bantalan truk yang tersangkut. Saat ini jalur hulu dan hilir kereta api sudah dapat dilalui kembali oleh kereta api," kata Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo. (mha/ttg/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida