Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mensos Gus Ipul Buka-bukaan Sebab Bansos Tidak Tepat Sasaran, Komitmen Lakukan Kebijakan Seperti Ini

Akbar Sirinawa • Kamis, 17 Juli 2025 | 09:43 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

 

LombokPost-Kementerian Sosial (Kemensos) terus mengupayakan agar bantuan sosial atau bansos tepat sasaran. Diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Komitmen ini ditegaskan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI. Sekaligus merespons temuan dari Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang mencatat lebih dari 571 ribu NIK penerima bansos terlibat dalam judi online sepanjang 2024.

Gus Ipul menegaskan, Kemensos akan mencoret data penerima bansos yang terbukti terlibat dalam aktivitas judi online.

Penyaluran bansos yang seharusnya membantu kebutuhan hidup malah disalahgunakan untuk hal terlarang.

Lalu, apa yang membuat bansos akhirnya tidak tepat sasaran?

Dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Gus Ipul mengungkapkan salah satu sebab penyaluran bansos menjadi tidak tepat sasaran.

Menurut Gus Ipul, salah satu sebabnya adalah data yang tidak sinkron, antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

"Karena banyaknya bansos yang tidak tepat sasaran itu dulunya adalah karena data yang tidak sinkron antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah," kata Gus Ipul dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (16/7).

Gus Ipul menegaskan Kemensos terus memperbaiki sistem penyaluran bansos agar lebih tepat sasaran.

Salah satu langkahnya adalah memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar data penerima bansos semakin akurat.

"Di mana data DTSEN itu sekarang sudah ada peningkatan. Kita ingin semua pihak ikut berpartisipasi. Kita siapkan yang namanya Cek Bansos, ini adalah aplikasi yang di dalamnya ada usul-sanggahnya," ujarnya.

Ia mengungkapkan, data yang tidak sinkron menjadi sebab bansos tidak tepat sasaran.

Sehingga upaya yang dilakukan pihaknya adalah memperbaiki data penerima. Agar bansos data penerima semakin akurat dan tepat sasaran.

Dengan kata lain, bansos yang diberikan tidak digunakan untuk hal terlarang. Salah satunya judi online.

Melalui aplikasi Cek Bansos, masyarakat bisa berpartisipasi dengan mengusulkan atau menyanggah penerima bansos yang dinilai tidak layak.

Gus Ipul berharap semua pihak ikut aktif memperbaiki data bansos demi memastikan bantuan tepat sasaran.

Mensos Gus Ipul saat rapat bersama Komisi IX DPR RI. (Tangkapan layar YouTube Komisi IX DPR RI),
Mensos Gus Ipul saat rapat bersama Komisi IX DPR RI. (Tangkapan layar YouTube Komisi IX DPR RI),

Bansos seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan, bukan justru untuk bermain judi online.

Dengan sistem data yang semakin terintegrasi dan kontrol ketat, Kemensos berharap kasus bansos yang salah sasaran seperti 571 ribu penerima bansos yang main judi online tidak terulang.

Editor : Akbar Sirinawa
#Kemensos #mensos #Bansos #gus ipul #PPATK #tidak tepat sasaran