Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BREAKING NEWS! Enam Jalur Pendakian Gunung Rinjani Tutup Sampai 10 Agustus

Umar Wirahadi • Rabu, 23 Juli 2025 | 20:48 WIB
PENGUMUMAN: Balai TNGR mengumumkan penutupan di enam jalur pendakian Gunung Rinjani hingga 10 Agustus nanti.
PENGUMUMAN: Balai TNGR mengumumkan penutupan di enam jalur pendakian Gunung Rinjani hingga 10 Agustus nanti.

LombokPost – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) kembali mengumumkan penutupan sementara Taman Nasional Gunung Rinjani.

Kali ini penutupan dilakukan secara total di semua jalur pendakian sekaligus. 

Penutupan dilakukan di enam jalur resmi wisata pendakian. Meliputi jalur pendakian Senaru dan Torean di Kabupaten Lombok Utara.

Penutupan juga di jalur Sembalun, Timbanuh dan Tetebatu di Lombok Timur.

Serta jalur Air Berik di Kabupaten Lombok Tengah.

"Penutupan ini sudah kami bicarakan dengan instansi terkait dan stakeholder. Termasuk dengan Pemprov NTB," kata Kepala Balai TNGR Yarman di Mataram, Rabu (23/7).

Disampaikan, selama penutupan hingga 10 Agustus akan dilakukan sejumlah langkah perbaikan.

Mulai dari perbaikan jalur wisata pendakian untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pendaki. 

Juga dilakukan penataan sarana prasarana pendukung pendakian yang lebih memadai.

Yaitu berupa fasilitas pendukung di jalur wisata pendakian dan peralatan standar SAR.

"Penutupan juga dilakukan sambil evaluasi dan revisi SOP Pendakian dan SOP Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi," jelas Yarman. 

Balai TNGR juga akan melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi petugas Balai TNGR, tenaga rescuer dan penyedia jasa wisata alam.

MAGNET WISATAWAN: Pemandangan puncak Gunung Rinjani dengan latar belakang Danau Segara Anak. Jalur pendakian menuju puncak Rinjani akan ditutup hingga 10 Agustus.
MAGNET WISATAWAN: Pemandangan puncak Gunung Rinjani dengan latar belakang Danau Segara Anak. Jalur pendakian menuju puncak Rinjani akan ditutup hingga 10 Agustus.

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dan konsultasi dalam rangka evaluasi tata kelola pendakian TNGR yang melibatkan instansi dan stakeholder terkait. 

Nah, bagi calon pendaki yang telah memiliki tiket masuk tanggal 1-10 Agustus 2025, mereka bisa melakukan penjadwalan ulang (reschedule) selama sisa musim pendakian tahun 2025.

Artinya mereka bisa mendaftar ulang kapan saja untuk musim pendakian 2025.

"Tapi kalau tamu mau membatalkan rencana pendakian, mereka juga bisa klaim pengembalian (refund) biaya pembelian tiket masuk dan asuransi," jelas Yarman.

Seperti diketahui, terjadi kecelakaan beruntun pada Rabu-Kamis (16-17/7) lalu.

Dalam dua hari itu, dua pendaki berkewarganegaraan asing mengalami kecelakan di jalur Pelawangan menuju Danau Segara Anak.

Pada Rabu, wisatawan asal Swiss bernama Benekdikt Emmeneger mengalami patah tulang kaki dan tangan karena jatuh ke bawah tebing.

Keesokan harinya atau Kamis (17/7), wisatawan asal Belanda, Sarah Tamar van Hulten, jatuh di lokasi yang berdekatan.

Kedua pendaki itu dievakusi ke Bali melalui jalur udara menggunakan helikopter.

Sebelumnya, Taman Nasional Gunung Rinjani menjadi sorotan dunia karena kecelakaan fatal yang menimpa pendaki wanita asal Brasil Juliana Marins.

Perempuan berusia 27 tahun itu tewas karena terjatuh ke jurang ketika hendak menuju puncak via jalur Sembalun.

Editor : Siti Aeny Maryam
#penutupan #Balai TNGR #Gunung Rinjani #kemenhut #Jalur pendakian