Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lewotobi Meletus! Gunung di Flores Timur Muntahkan Abu 10 Km, Status Awas

Alfian Yusni • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 05:12 WIB
Letusan Gunung Lewotobi dipicu oleh akumulasi gas vulkanik yang terperangkap dalam dua minggu terakhir. (Foto: instagram)
Letusan Gunung Lewotobi dipicu oleh akumulasi gas vulkanik yang terperangkap dalam dua minggu terakhir. (Foto: instagram)

LombokPost - Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengamuk.

Gunung Lewotobi meletus hebat pada Jumat malam (1/8), menyemburkan abu vulkanik setinggi 10.000 meter di atas puncak atau sekitar 11.584 meter di atas permukaan laut.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung menetapkan status Awas untuk gunung aktif tersebut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi, Emanuel Rofinus Bere, menyebut letusan terjadi pada pukul 20.48 WITA dan disertai suara gemuruh yang terdengar hingga radius beberapa kilometer.

Kolom abu dari erupsi Lewotobi Laki-laki terlihat berwarna kelabu pekat dan condong ke arah barat dan barat laut.

Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, letusan dipicu oleh akumulasi gas vulkanik yang terperangkap dalam dua minggu terakhir.

Ini diperkuat oleh peningkatan signifikan aktivitas kegempaan seperti gempa vulkanik dalam dan tremor.

“Lontaran material pijar teramati dalam radius 3 sampai 4 kilometer dari kawah. Ini menunjukkan adanya tekanan gas tinggi yang mendorong magma ke permukaan,” jelas Wafid.

PVMBG mencatat adanya gempa hembusan, tremor menerus, dan gempa vulkanik dalam sebelum erupsi.

Dari pengamatan seismogram, amplitudo maksimum mencapai 47,3 mm dengan durasi gempa hampir 4 menit.

 

Status Gunung Lewotobi ditetapkan Level IV atau Awas. PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 kilometer dari kawah aktif, dan 7 kilometer di sektor barat daya hingga timur laut dari pusat erupsi.

Warga di sekitar lereng seperti Dulipali, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar, terutama saat hujan deras turun.

Masyarakat juga diminta menggunakan masker atau kain penutup saat terjadi hujan abu untuk melindungi saluran pernapasan.

PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia terus melakukan pemantauan visual dan instrumental terhadap aktivitas Gunung Lewotobi.

Sepanjang hari Jumat, tercatat enam tremor menerus dan dua gempa vulkanik dalam. Ini memperkuat dugaan bahwa dapur magma masih aktif dan berpotensi memicu erupsi susulan.

Dengan status Awas, masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang keras mendekati area berbahaya.

Pemerintah daerah pun diminta sigap dalam penyebaran informasi dan evakuasi apabila dibutuhkan.

Erupsi Gunung Lewotobi kali ini mengingatkan akan siklus letusan besar yang pernah terjadi sebelumnya.

Oleh karena itu, PVMBG mengingatkan bahwa potensi letusan eksplosif masih tinggi, sehingga semua pihak harus waspada penuh. (***)

Editor : Alfian Yusni
#gunung aktif #status awas #Gunung Lewotobi Laki-laki #meletus