Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Program Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah, Lebih dari Sekadar Medis Namun Ini Investasi SDM Unggul

Nurul Hidayati • Selasa, 5 Agustus 2025 | 10:00 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Mendengar Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk anak sekolah mungkin membuat Anda menguap. Ah, program biasa. Rutinitas tahunan.

Tapi tunggu dulu. Ketika Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bicara di SMP Negeri 5 Kota Bandung, suaranya jauh dari rutinitas. Ini bukan soal medical check-up biasa.

Ini investasi. Investasi masa depan Indonesia.

 Baca Juga: Masyarakat Makin Sadar Pentingnya Cek Kesehatan, Ada 600 Warga Antre Ikut Cek Kesehatan Gratis

“Kami ingin anak-anak dapat belajar dan tumbuh secara optimal. Karena itu, kesehatan mereka harus menjadi prioritas, bukan pilihan,” tegas Menkes Budi.

Budi Gunadi, dengan gayanya yang lugas, menegaskan, kesehatan anak-anak sekolah bukan hanya isu medis, tapi soal masa depan bangsa. Mereka adalah generasi penerus.

Poinnya jelas: Bagaimana bisa Indonesia jadi raksasa ekonomi dunia kalau anak-anaknya ringkih? Fisiknya sakit, mentalnya rapuh, sosialnya bermasalah.

 Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Pelajar di Mataram Dimulai Agustus

“Kesehatan anak-anak sekolah bukan hanya isu medis, tapi soal masa depan bangsa. Mereka adalah generasi penerus. Kalau kita ingin Indonesia maju, maka kita harus pastikan anak-anak kita sehat — fisik, mental, dan sosialnya,” ujar Menkes Budi 

Program CKG ini memang quickwin Presiden Prabowo. Tujuannya? Deteksi dini. Bukan hanya tinggi badan atau gigi berlubang, tapi juga kesehatan mental. Ini krusial.

Berapa banyak anak yang tertekan, depresi, atau punya masalah kejiwaan tapi tak terdeteksi karena selama ini fokus hanya pada fisik? Ini PR besar.

 Baca Juga: Kemenkes Jalankan Program Terbesar, Cek Kesehatan Gratis, Prof Pratikno: Butuh Dukungan Banyak Kementerian

Kini, stetoskop tak hanya menempel di dada, tapi juga mencoba mendengar "suara" batin anak-anak.

Prita Laura dari Perwakilan Kantor Komunikasi Kepresidenan ikut nimbrung. Dia menjelaskan, CKG ini bukan berdiri sendiri. Ini bagian dari rangkaian kebijakan transformatif. Bersama program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan lainnya.

Jadi, ini semacam orkestrasi besar pembangunan SDM unggul. Sebuah grand design yang jika berhasil, akan mengubah wajah Indonesia.

“Kenapa program ini hadir sekarang, karena di masa pemerintahan Presiden Prabowo dan Mas Gibran, kita memang mendorong secara serius terbentuknya sumber daya manusia yang unggul,” ujar Prita Laura.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, langsung kasih "fakta lapangan". Di Jawa Barat saja, 8,6 juta siswa jadi sasaran.

Dari pemeriksaan awal 14 siswa di Bandung, sembilan di antaranya sudah kena gangguan mata. Sembilan dari empat belas! Angka yang nylekit itu membuat Dinkes harus membuat "zona": merah, kuning, hijau. Sekolah di zona merah akan dipelototi Puskesmas. Sekolah kuning dibina. Sekolah hijau dipertahankan. Ini bukan cuma report, tapi action.

 

CEK KESEHATAN: Murid SD 010 Batam Kota saat mengikuti apel di hari pertama masuk sekolah pada MPLS, Senin (14/7). Hari ini CKG di sekolah dimulai serentak.
CEK KESEHATAN: Murid SD 010 Batam Kota saat mengikuti apel di hari pertama masuk sekolah pada MPLS, Senin (14/7). Hari ini CKG di sekolah dimulai serentak.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, bicara kolaborasi. Data kesehatan anak tak bisa hanya jadi urusan Dinkes.

Dispora, Kemensos (untuk anak gizi buruk karena masalah sosial), sampai DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) semua harus urun rembug.

Data harus hidup. Bukan cuma dikumpul, tapi dimanfaatkan. Untuk apa? Memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) kesehatan anak.

 Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Murid Sekolah Dimulai Senin 7 Juli, Target 52 Juta Anak

Pemeriksaan 144 siswa kelas 7 di SMP Negeri 5 Kota Bandung itu baru permulaan. Kemenkes menargetkan ribuan sekolah secara bertahap, terutama di daerah pelosok.

Ini bukan sekadar program pemerintah. Ini pertaruhan masa depan. Karena jika anak-anak Indonesia sehat dari dini, fisiknya kuat, jiwanya tangguh, dan otaknya cerdas, maka mereka adalah mesin pendorong yang tak terkalahkan. CKG ini adalah fondasinya.

Sebuah langkah kecil yang, jika digerakkan secara masif dan tulus, akan menghasilkan lompatan besar bagi Indonesia. Jangan anggap remeh stetoskop di tangan para dokter dan perawat itu. Di sana, masa depan bangsa sedang digenggam.

Editor : Akbar Sirinawa
#cek kesehatan gratis #investasi #Sekolah #Anak #masa depan