LombokPost – Wakil Menteri Agama, Romo H. R. Muhammad Syafii, tak hanya bicara soal urusan kementeriannya saat peninjauan penerapan cek kesehatan gratis di pondok pesantren.
Dengan nada meyakinkan, Romo Syafii menegaskan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini menyasar anak-anak sekolah adalah bukti nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto.
Bukan cuma janji manis kampanye, tapi realisasi langsung untuk masa depan bangsa.
"Program ini adalah bentuk kesungguhan Presiden dalam melihat masa depan bangsa. Sebab beliau meyakini bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kondisi generasi muda hari ini," ujar Romo Syafii.
Sebuah pernyataan yang jelas dimana kesehatan anak-anak bukan sekadar urusan medis, tapi fondasi ketahanan sebuah negara.
Romo Syafii menjelaskan, CKG ini bukan program kaleng-kaleng. Ini adalah bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Setelah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan, CKG menjadi instrumen kedua yang fundamental.
Logikanya sederhana: percuma anak diberi gizi bagus kalau tidak dicek kesehatannya.
"Anak-anak usia sekolah harus dijaga kesehatannya sebelum mereka jatuh sakit," tegasnya.
Ini langkah preventif, bukan kuratif saja. Deteksi dini jadi kuncinya, sekaligus edukasi pola hidup sehat, bahkan di lingkungan madrasah dan pesantren.
Yang menarik dari skema CKG ini adalah tindak lanjutnya. Romo Syafii memaparkan dua jalur yang jelas.
Jika sehat maka peserta akan dibekali panduan pola hidup dan makan sehat. Ini penting. Sehat itu harus dijaga, bukan cuma dirayakan.
Jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan maka jangan khawatir. Akan ada rujukan untuk pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.
"Rujukan medis ini, akan ditangani menggunakan skema pembiayaan BPJS," jelas Romo Syafii.
Nah, ini yang paling krusial. Artinya, negara memastikan ada jaring pengaman. Tidak berhenti di cek kesehatan saja, tapi sampai ke pengobatan lanjutan.
Bahkan, Romo Syafii memberi instruksi tegas bagi para kepala daerah untuk memastikan seluruh keluarga di wilayahnya terdaftar sebagai peserta BPJS.
Sehingga bila anak-anak memerlukan layanan lanjutan di rumah sakit, seluruh biaya ditanggung oleh BPJS.
Sebuah penegasan program ini terintegrasi dan berkelanjutan. Tidak ada alasan bagi keluarga untuk khawatir soal biaya.
Baca Juga: Program Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah, Lebih dari Sekadar Medis Namun Ini Investasi SDM Unggul
CKG ini juga tidak membeda-bedakan. Sasaran utamanya adalah seluruh anak usia sekolah 7-17 tahun.
Mau sekolah negeri atau swasta, umum atau keagamaan (madrasah/pesantren), bahkan anak-anak usia sekolah yang tidak berada dalam satuan pendidikan formal pun akan menjadi bagian dari program ini.
Jadi, ketika Romo Syafii bicara CKG, ia sedang bicara visi besar. Visi tentang Indonesia yang sehat. Visi tentang generasi muda yang tangguh.
Ini semua, kata dia, adalah bukti kesungguhan Presiden Prabowo untuk menunaikan janji-janji, demi masa depan bangsa yang lebih baik. Sebuah langkah nyata, tanpa syarat dan tanpa diskriminasi, yang menyentuh langsung denyut nadi kesehatan anak-anak Indonesia.
Editor : Pujo Nugroho