LombokPost - Ternyata, tak hanya mahasiswa KKN (kuliah kerja nyata) di Lumajang yang mengalami pencurian motor (curanmor).
Teror serupa juga terjadi di wilayah lain di Jawa Timur: Situbondo. Di sana, dua motor milik mahasiswa KKN juga raib digondol maling.
Dua motor tersebut milik mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember yang tengah melaksanakan KKN di Desa Jetis, Kecamatan Besuki, Situbondo.
Radar Situbondo Grup Jawa Pos melaporkan, pencurian sepeda motor itu terjadi dua pekan lalu (31/7) sekitar pukul 04.00 dini hari. Namun, rekaman CCTV-nya baru ramai beredar belakangan ini.
Seperti terekam CCTV, dua maling masuk secara bersamaan dan langsung mengambil dua motor yang berada di pinggir. Keduanya sama-sama mengeluarkan kunci peretas dari sakunya masing-masing, hingga berhasil membawa kabur dua motor secara bersamaan.
“Kalau rekaman yang beredar hanya fokus pada saat dua maling masuk dan membawa dua motor. Video lainnya masih ada, tapi sudah diminta polisi,” ungkap salah seorang perangkat desa yang meminta namanya dirahasiakan Minggu (10/8).
Kedua motor yang hilang sama-sama Honda Vario dan milik mahasiswa UIN KHAS Jember. Perangkat Desa Jetis lainnya menyebutkan, para peserta KKN sudah tiga pekan berada di Balai Desa Jetis. Itu sebabnya kunci gerbang diserahkan agar mereka bisa leluasa keluar masuk.
Kapolsek Besuki AKP Abdullah belum berhasil dikonfirmasi sampai berita ini selesai ditulis tadi malam. Pesan WhatsApp dari Radar Situbondo tidak berbalas. Ketika ditelepon, juga tidak diangkat meskipun berdering.
Bahan Evaluasi
Pada Sabtu (9/8), sebanyak 1.328 mahasiswa dari delapan kampus di Jember dan Lumajang yang menggelar KKN kolaboratif ditarik dari Lumajang. Seharusnya, program tersebut baru berakhir pada 20 Agustus mendatang.
Itu menyusul raibnya empat motor, tiga di antaranya milik mahasiswa Universitas Jember (Unej) dan satu milik mahasiswa UIN KHAS Jember. Dua motor hilang di kantor Desa Alun-Alun, dua lainnya di halaman rumah Kepala Desa Tempeh. Kedua desa berada di Kabupaten Lumajang.
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unej Ali Badrudin mengungkapkan, ada kesamaan mencolok dalam kedua kasus tersebut. Mulai dari pola kejadian, waktu, hingga modus yang digunakan pelaku. “Jadi, saya rasa ini bukan kebetulan,” katanya kepada Radar Jember Grup Jawa Pos.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN KHAS Jember Mohammad Zaini menyatakan, penarikan mahasiswa dari lokasi KKN adalah langkah strategis demi keselamatan. Dia menambahkan, penghentian sementara pengabdian mahasiswa di Lumajang juga akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh.
“Sebab, dalam waktu dekat kami akan mendistribusikan mahasiswa untuk KKN di berbagai daerah,” katanya.
Olah TKP
Kapolsek Tempeh AKP Syamsul Arifin menjelaskan, setelah mendapat kabar pencurian itu, pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Ada sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan, seperti rekaman CCTV di sejumlah titik yang merekam aksi pencurian.
“Mohon doanya agar pelaku segera tertangkap,” katanya. (hum/pri/dhi/bud/son/fid/ttg/JPG/r3)
Editor : Siti Aeny Maryam