LombokPost – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghidupkan perekonomian rakyat dengan menjadikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak utama.
Dalam pidato pengantar RAPBN 2026, ia memaparkan strategi konkret melalui penguatan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.
Yang diharapkan mampu memberdayakan UMKM dan ekonomi lokal secara signifikan.
"Desa dan kelurahan akan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan," ujar Presiden Prabowo, menyoroti pentingnya pendekatan dari bawah ke atas dalam pembangunan ekonomi.
Pemerintah bertekad mempercepat pembangunan desa mandiri, koperasi, dan UMKM dengan berlandaskan semangat gotong-royong, sebuah tradisi dan budaya bangsa yang akan dihidupkan kembali dalam pelaksanaan ekonomi kerakyatan.
Salah satu langkah nyata adalah pembentukan 80.000 Ibu Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang telah dimulai tahun ini.
Koperasi-koperasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat desa mengakses kebutuhan pokok (sembakau), logistik, pupuk, hingga layanan keuangan.
Prabowo bahkan menargetkan bahwa pada akhir tahun 2025, setiap koperasi akan memiliki gudang, cold storage, gerai-gerai, dan dua kendaraan truk untuk menjemput serta mengantar hasil bumi.
Yang tak kalah penting, pemerintah menyiapkan pendanaan murah melalui Bank Himbara agar Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dapat memperoleh akses pembiayaan dengan bunga yang rendah.
Kebijakan ini merupakan upaya serius untuk memberantas praktik rentenir yang meresahkan masyarakat.
"Tidak boleh ada rakyat kita lagi yang pinjam uang dari rentenir dengan bunga yang tidak masuk akal. Lintah darah akan kita hilangkan dari bumi Indonesia!" tegas Prabowo yang disambut tepuk tangan meriah.
Pendekatan baru ini diharapkan mampu menghidupkan ekonomi lokal di pedesaan, memotong rantai distribusi logistik yang rumit, menciptakan lapangan kerja baru, dan menghapus kemiskinan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
Selain itu, program Makan Bergizi Gratis dengan alokasi Rp335 triliun juga disebut akan secara langsung memberdayakan UMKM dan ekonomi lokal yang akan tumbuh semakin kuat, menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru dan memberdayakan jutaan petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM lainnya.
Dengan berbagai inisiatif ini, pemerintah berharap perekonomian daerah akan berdenyut kencang, dan kemandirian daerah akan semakin memperkokoh persatuan dan kemandirian bangsa. Langkah ini menandai komitmen serius pemerintahan Prabowo dalam mengangkat harkat dan martabat pelaku UMKM sebagai pilar penting ekonomi nasional.
Editor : Pujo Nugroho