Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ditarget Setor Rp 808 Triliun ke Negara, Ini Kata CEO Danantara

Redaksi Lombok Post • Rabu, 20 Agustus 2025 | 11:16 WIB

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani memberikan keterangan pers usai menghadap Presiden Prabowo di Istana Merdeka.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani memberikan keterangan pers usai menghadap Presiden Prabowo di Istana Merdeka.
LombokPost-- Presiden Prabowo Subianto memberikan target ambisius kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).

Ia meminta Danantara menyumbang pemasukan senilai Rp 808 triliun ke kas negara, sebagai upaya mewujudkan APBN tanpa defisit.

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menanggapi permintaan tersebut dengan optimisme.

"Kita kan, apapun itu, kita akan coba melakukan semaksimal mungkin. Dengan investasi yang ada, dengan aset yang ada, dan juga dengan equity kita yang ada. Itu kan menjadi parameter-parameter yang kita gunakan untuk performance kita ke depannya," kata Rosan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (19/8).

Rosan juga memastikan bahwa setiap aksi korporasi BUMN akan tetap mengacu pada benchmark dengan Sovereign Wealth Fund (SWF) negara lain di dunia.

 Baca Juga: Presiden Prabowo Minta Danantara Setor Rp 808 Triliun untuk APBN

"Kita harus selalu siap untuk melaksanakan program-program dari Danantara yang sudah ada," ucapnya.

Target Rp 808 triliun (setara USD 50 miliar dengan kurs Rp 16.162 per dolar AS) ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk APBN yang bebas defisit pada 2027 atau 2028.

Angka tersebut didasarkan pada hitungan Return on Asset (ROA) sebesar 5% dari total aset BUMN senilai lebih dari USD 1.000 miliar.

"Saudara-saudara sekalian, aset yang dimiliki bangsa Indonesia, yang berada di BUMN-BUMN kita, asetnya adalah senilai lebih dari USD 1.000 miliar. Harusnya BUMN itu menyumbang kepada kita minimal USD 50 miliar. Kalau USD 50 miliar (disumbang Danantara ke Negara), APBN kita tidak defisit," ungkap Prabowo dalam pidato Nota Keuangan di Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).

Selain target setoran, Presiden Prabowo juga menugaskan Danantara untuk membenahi BUMN, termasuk mengurangi jumlah komisaris yang dinilainya terlalu banyak. Idealnya, jumlah komisaris tidak lebih dari 5 orang.

Editor : Redaksi Lombok Post
#prabowo #defisit apbn #Danantara #rosan p roeslani