Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

UGM Nonaktifkan Otak Pembunuhan Bankir BRI, Polisi Masih Dalami Motif Pembunuhan

Lombok Post Online • Kamis, 28 Agustus 2025 | 13:10 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Di kampungnya, Unit 6 Desa Tirta Kencana, Tebo, Jambi, Dwi Hartono (DH) dikenal sebagai dermawan.

Warga setempat menyebut ia pernah memberikan beasiswa bagi anak dari keluarga kurang mampu.

Ia juga pernah memberikan bantuan ambulans untuk desa yang masuk wilayah Kecamatan Rimbo Bujang itu.

DH juga disebut pernah pulang kampung menggunakan helikopter yang ia klaim miliknya sendiri.

Datang dari keluarga sederhana, DH bahkan dikabarkan pernah menghibur warga di kampungnya dengan mendatangkan dua pedangdut terkenal: Via Vallen dan Wika Salim.

Namun, DH kini justru harus berurusan dengan hukum.

Ia menjadi satu dari 15 orang yang ditangkap polisi terkait penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu BRI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Muhammad Ilham Pradipta (lihat grafis). Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Ade Ary Syam Indradi bahkan menyebutnya sebagai salah satu aktor intelektual.

“Benar, (@klanhartono) Instagram-nya DH,” ujar Kombespol Ade Ary Syam Indradi di Jakarta Rabu (27/8).

Ia menjelaskan, DH adalah seorang pengusaha bimbingan belajar (bimbel) dalam jaringan (online).

“Saudara DH adalah seorang pengusaha, atau salah satu bidang usahanya adalah bimbel online. Terkait motif, belum bisa kami sampaikan, mohon waktu,” katanya.

Ilustrasi
Ilustrasi

DH juga tercatat sebagai mahasiswa semester 1 Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Kampus Jakarta.

Merespons penangkapannya, UGM pun menonaktifkan pria 40 tahun itu dari kegiatan perkuliahan strata-2 tersebut.

Mengutip Radar Jogja Grup Jawa Pos, juru bicara UGM Dr I Made Andi Arsana mengatakan, koordinasi intensif telah dilakukan dengan Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM.

“Kami mengecam keras segala bentuk kekerasan yang berakibat pada wafatnya almarhum, dan mendukung penegakan proses hukum yang transparan dan berkeadilan,” ujar juru bicara UGM Dr I Made Andi Arsana dalam pernyataan tertulis kemarin.

Langkah yang telah diambil oleh UGM, lanjut Arsana, yakni dengan menonaktifkan DH dari seluruh kegiatan akademik semester gasal 2025/2026.

Itu, lanjutnya, bentuk dukungan UGM terhadap proses hukum yang tengah berlangsung.

“Penonaktifan ditetapkan melalui surat resmi dari Dekan FEB UGM Prof Dr Didi Achjari,” bebernya.

Pemalsuan Ijazah

Dari 15 orang yang telah ditangkap polisi, baru delapan di antaranya yang sudah terungkap perannya. Tujuh lainnya yang tertangkap belakangan belum dirilis inisial dan perannya masing-masing.

Yang pasti, polisi membagi mereka ke dalam beberapa klaster.

“Klaster pertama aktor intelektual, kedua klaster yang membuntuti, klaster ketiga yang menculik, dan klaster keempat yang melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan membuang korban,” kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim di Jakarta kemarin.

DH, yang juga dikenal sebagai motivator, termasuk dalam delapan orang yang ditangkap lebih dulu. Polisi belum menyebut apa motif penculikan dan pembunuhan Ilham.

Namun, beredar kabar bahwa kasus ini berkaitan dengan kredit fiktif.

Ilustrasi
Ilustrasi

Dari informasi yang dihimpun, DH juga sempat tersandung kasus pemalsuan ijazah.

Kasus yang terjadi 13 tahun lalu itu diadili di Pengadilan Negeri Semarang.

Ia memiliki dua perusahaan, yaitu PT Hartono Mandiri Makmur serta PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI), atau lebih dikenal sebagai platform Guruku.

Mengutip Radar Bogor, kedua perusahaan tersebut berkantor di dua rumah pribadi Dwi Hartono yang berlokasi di Jalan San Fransisco, Kompleks Perumahan Kota Wisata, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sementara itu, Adrianus Agal, kuasa hukum RS, AT, RW dan RAH yang masuk klaster penculik, menyebut bahwa eksekutor pembunuhan adalah F.

Belum ada keterangan dari polisi apakah F termasuk dalam tujuh orang yang ditangkap belakangan.

“Adik-adik kami ini, mereka perannya hanya untuk menjemput paksa dan memberikan ke mereka (eksekutor),” katanya.

Adrianus juga menyebut adanya keterlibatan sosok dari salah satu instansi dalam kasus ini.

Tapi, ia tak menyebut instansi apa yang dimaksud.

Menunggu Penyelidikan

Terpisah, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi dari polisi terkait dugaan keterlibatan prajurit dalam kasus penculikan dan pembunuhan KCP Bank BRI tersebut.

“Dari kepolisian juga belum ada info keterlibatan prajurit dalam kasus tersebut,” kata Freddy.

Sementara terkait adanya permintaan perlindungan dari Adrianus Agal, kuasa hukum S, AT, RW, dan RAH, kepada Panglima TNI, dia mengaku pihaknya belum menerima.

“Sampai dengan saat ini belum ada permintaan,” katanya. (ygi/oso/ttg/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#hukum #Kredit Fiktif #penculikan #pulang kampung #pembunuhan