Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kapolri Minta Maaf ke Keluarga Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, 7 Anggota Diamankan

Alfian Yusni • Jumat, 29 Agustus 2025 | 06:46 WIB
Kapolri menyampaikan permintaan maaf resmi dari institusi Polri. Ia bahkan memeluk orang tua korban sebagai tanda duka cita dan tanggung jawab moral. (istimewa)
Kapolri menyampaikan permintaan maaf resmi dari institusi Polri. Ia bahkan memeluk orang tua korban sebagai tanda duka cita dan tanggung jawab moral. (istimewa)

LombokPost - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya turun langsung untuk memberikan permintaan maaf kepada keluarga pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

Korban bernama Affan Kurniawan (AK), driver ojol yang malam nahas itu sedang melintas di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Peristiwa terjadi usai aparat melakukan pembubaran massa aksi di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (28/8) malam.

Kapolri mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada Jumat (29/8) dini hari.

Di hadapan ayah korban, Kapolri menyampaikan permintaan maaf resmi dari institusi Polri. Ia bahkan memeluk orang tua korban sebagai tanda duka cita dan tanggung jawab moral.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga. Ini menjadi duka kita semua, dan akan kami tindaklanjuti secara transparan,” kata Kapolri Listyo Sigit.

Kapolri Listyo Sigit menekankan tragedi ini harus menjadi momentum evaluasi besar-besaran terhadap prosedur pengamanan aksi.

Ia menegaskan penggunaan kendaraan taktis di tengah kericuhan harus mengikuti SOP ketat agar tidak menimbulkan korban sipil.

“Kami akan evaluasi seluruh prosedur di lapangan. Tidak boleh lagi ada korban masyarakat akibat kelalaian aparat,” ujar Kapolri.

 

 

Kronologi Tragedi Ojol Pejompongan

Malam itu, situasi di sekitar Pejompongan masih tegang pasca demonstrasi yang ricuh. Sejumlah kendaraan taktis Brimob melakukan manuver untuk membubarkan massa.

Nahas, salah satu rantis justru menabrak hingga melindas seorang pengendara ojol yang sedang melintas.

Korban Affan Kurniawan meninggal dunia di tempat. Sementara itu, seorang pengendara lain berinisial MUA mengalami luka berat dan dirawat intensif di RS Pelni.

Peristiwa ini langsung menuai kecaman publik. Banyak netizen menuntut transparansi kasus rantis Brimob dan menagih tanggung jawab pimpinan Polri.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menegaskan seluruh biaya rumah sakit, pemakaman, serta kebutuhan keluarga korban akan ditanggung penuh oleh Polda Metro Jaya.

“Kami berkomitmen memberikan penanganan maksimal. Anggota yang bersalah akan diproses sesuai aturan, tanpa pandang bulu,” kata Asep.

Di berbagai platform media sosial, komunitas driver ojol menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan.

Tagar #JusticeForAffan sempat viral, menandakan keresahan publik terhadap tragedi ini.

Solidaritas pengemudi ojol muncul di berbagai kota dengan aksi doa bersama dan penggalangan dana untuk keluarga korban.

Kasus driver ojol tewas dilindas rantis Brimob ini menjadi ujian berat bagi institusi Polri. Publik menuntut transparansi, akuntabilitas, dan sanksi tegas terhadap pihak yang terbukti bersalah.

 

 

Dengan Kapolri minta maaf secara langsung, publik menunggu pembuktian bahwa kasus ini benar-benar ditangani tanpa ada upaya melindungi oknum. (***)

 

 

 

 

 

Editor : Alfian Yusni
#keluarga #driver ojol #tewas #minta maaf #Kapolri #Affan Kurniawan #Listyo Sigit Prabowo