Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Prabowo Harus Intensif Berkomunikasi Lewat Media Massa, Bukan Hanya Influencer

Alfian Yusni • Rabu, 3 September 2025 | 07:25 WIB

Hendri Satrio menilai langkah komunikasi yang mengutamakan media justru bisa memperkuat legitimasi Presiden Prabowo di mata publik. (istimewa)
Hendri Satrio menilai langkah komunikasi yang mengutamakan media justru bisa memperkuat legitimasi Presiden Prabowo di mata publik. (istimewa)

LombokPost - Analis Komunikasi Politik sekaligus founder Lembaga Survei KedaiKopi, Dr. Hendri Satrio atau Hendsa, menilai Presiden Prabowo Subianto perlu memperkuat komunikasi melalui media massa.

Menurutnya, media massa punya kemampuan menenangkan masyarakat yang saat ini tengah dirundung keresahan.

Hendri Satrio menegaskan bahwa media massa lebih kredibel dibanding influencer dalam menyampaikan pesan pemerintah.

Baca Juga: Hendri Satrio: Demo Bukan ke Prabowo, DPR Harus Jadi Fokus Tuntutan

Ia menilai langkah komunikasi yang mengutamakan media justru bisa memperkuat legitimasi Presiden Prabowo di mata publik.

“Pak Prabowo perlu meningkatkan intensitas komunikasi dengan para jurnalis di media massa. Dalam situasi seperti sekarang, media lah yang bisa membantu menenangkan masyarakat,” kata Hendsa, dikutip dari iNews, Senin (1/9/2025).

Kritik Jarak Pemerintah dengan Media

Hendri juga mengkritisi tren komunikasi politik pemerintah sejak era Presiden Joko Widodo yang dinilai semakin menjauhkan media dari lingkar kekuasaan.

Baca Juga: Salsa Erwina, Alumni UGM yang Kini Jadi Influencer Populer: Prestasi, Karier Global, hingga 12 Tuntutan Rakyat

Padahal, media massa adalah lembaga strategis yang seharusnya menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik.

“Seolah-olah pemerintah melupakan peran media massa. Padahal, dengan melibatkan media, pesan kebijakan akan lebih mudah diterima masyarakat,” ujarnya.

Media Massa Lebih Dipercaya Publik

Data survei Indonesian Presidential Studies (IPS) UGM pada 2022 mendukung pandangan tersebut. Survei itu mencatat 74,4 persen masyarakat masih mempercayai media formal seperti televisi, radio, dan surat kabar.

 

Sebaliknya, hanya 12,7 persen yang menaruh kepercayaan pada media sosial sebagai sumber informasi.

Dengan data itu, Hendri menekankan bahwa komunikasi lewat media massa harus menjadi prioritas Presiden Prabowo agar pemerintahannya tidak terjebak dalam narasi semu yang kerap dibangun di media sosial.

Legitimasi dan Kepercayaan Publik

Lebih jauh, Hendri menyebut komunikasi yang terbuka dan intensif lewat media formal tidak hanya mampu meredam keresahan masyarakat, tetapi juga bisa memperkuat legitimasi kepemimpinan Prabowo di awal masa pemerintahannya.

“Kalau komunikasi publik ini dikelola baik melalui media massa, publik akan lebih percaya. Itu akan jadi modal besar bagi Presiden Prabowo,” tegas Hendri. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Presiden Prabowo #prioritaskan komunikasi #Hendri Satrio #media massa