LombokPost-Satgas Garuda Merah Putih II resmi menuntaskan misi kemanusiaan di Gaza, Palestina.
Setelah sebulan bertugas sejak 13 Agustus lalu, satgas ini pulang ke Tanah Air pada Sabtu (13/9) usai melaksanakan airdrop bantuan untuk warga Gaza.
Misi kemanusiaan Satgas Garuda Merah Putih II ini berhasil mendistribusikan total 91,4 ton bantuan melalui mekanisme airdrop.
Aksi kemanusiaan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia bersama belasan negara lain untuk membantu korban konflik di Gaza.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono bersama pejabat TNI, Kementerian Pertahanan (Kemhan), Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dan Baznas menyambut kepulangan pasukan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Tiga pesawat Hercules TNI AU yang membawa Satgas Garuda Merah Putih II mendarat dengan selamat.
“Atas perintah bapak presiden pada tanggal 13 Agustus yang lalu kita berangkatkan awalnya satu pesawat, kemudian menyusul kemudian satu pesawat dan jadi tiga pesawat. Tanggal 13 mereka berangkat menuju ke Yordania, mereka diterima dengan baik kemudian tanggal 17 Agustus melakukan dropping pertama,” terang Tonny.
Satgas Garuda Merah Putih II Airdrop Bantuan ke Gaza
Tonny menjelaskan bantuan kemanusiaan yang dibawa Satgas Garuda Merah Putih II ke Gaza total 91,4 ton. Selama operasi, airdrop dilakukan berulang kali untuk memastikan bantuan sampai ke warga Gaza yang membutuhkan.
Ia menegaskan misi ini tidak hanya dikerjakan Indonesia, tetapi juga melibatkan belasan negara lain yang memiliki komitmen membantu rakyat Palestina.
Satgas Garuda Merah Putih II Sempat Hadapi Kendala
Dari Yordania, Satgas Garuda Merah Putih II kemudian bergerak menuju Kairo, Mesir pada 7 September.
Namun, karena tidak mendapatkan izin airdrop, pada 10 September Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memerintahkan satgas kembali ke Indonesia.
“Sebetulnya barang yang (hendak) di-airdrop itu cukup banyak yang disiapkan oleh rekan-rekan dari Baznas. Jadi, barangnya masih 250 ton. Sebetulnya barangnya masih banyak. Hanya memang perizinan dari otoritas tempat terkait dengan keamanan, terkait dengan schedule yang ada di sana. Karena untuk memasuki daerah sana juga harus mendapatkan izin dari beberapa negara,” jelas Tonny.
Dengan berakhirnya misi ini, Satgas Garuda Merah Putih II menorehkan catatan penting dalam diplomasi kemanusiaan Indonesia.
Kepulangan satgas juga menandai keberhasilan Indonesia menjalankan misi kemanusiaan di Gaza, sekaligus bukti nyata solidaritas bangsa untuk rakyat Palestina.
Editor : Akbar Sirinawa