Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Program MBG di 3T, Dari Pemenuhan Gizi hingga Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Geumerie Ayu • Senin, 22 September 2025 | 14:09 WIB

Siswa SMPN 6 Mataram menyantap makanan program MBG di sekolah setempat, belum lama ini. SMPN 6 Mataram evaluasi program MBG.
Siswa SMPN 6 Mataram menyantap makanan program MBG di sekolah setempat, belum lama ini. SMPN 6 Mataram evaluasi program MBG.
LombokPost - Pemerintah pusat menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan difokuskan pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan, sebanyak 141 satuan tugas (satgas) dibentuk untuk mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah 3T.

Dikatakan Mendagri Tito, Daerah 3T menjadi prioritas karena layanan gizi di wilayah ini sangat mendesak.

Baca Juga: Film Tukar Takdir: Saat Trauma dan Misteri Bertaut dalam Genggaman Mouly Surya

“Program MBG penting untuk menekan stunting, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat rantai pasok lokal,” jelas Mendagri Tito.

Sudah ada 806 titik yang memenuhi syarat untuk pembangunan dapur MBG di daerah 3T.

Dari jumlah tersebut, 264 dapur akan dibangun Kementerian PUPR, sementara 542 sisanya ditangani Badan Gizi Nasional (BGN).

film 

Baca Juga: 3 Film Horor Indonesia Terbaru dengan Premis Tidak Biasa, Nomor Terakhir Sangat Mengerikan

Menteri PUPR Dody Hanggodo menambahkan, program MBG bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan nasional.

Program ini mendukung target PU608 untuk menurunkan kemiskinan, memperbaiki rasio investasi (ICOR), serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Fokus percepatan pembangunan SPPG diarahkan pada wilayah 3T serta kawasan PLBN, mengingat kebutuhan layanan gizi yang sangat mendesak dan pentingnya kehadiran negara di lokasi tersebut," jelas Dody.

Baca Juga: Ditpolairud Amankan Laut Jelang MotoGP, MotoGP Harus Berjalan Sukses

Sementara, Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Hardinsyah menilai, kehadiran SPPG di daerah 3T bisa menjadi pusat ekonomi baru.

Komoditas pertanian, perikanan, dan perkebunan yang sebelumnya kurang terserap dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan harian dapur MBG.

“Kalau di satu kecamatan ada lima SPPG, maka enam bulan sebelum berdiri petani, peternak, dan nelayan harus mulai menyiapkan produksi sesuai kebutuhan. Dengan begitu, rantai pasok pangan lokal bisa diperkuat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hardinsyah menekankan pentingnya koordinasi lintas level.

Menurutnya, pengelolaan SPPG tidak hanya berhenti pada pemerintah pusat, tetapi juga harus diperkuat di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa agar program ini benar-benar berdampak bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Drakor Baru Walking on Thin Ice dan A Hundred Memories Dominasi Layar, Bon Appetit Your Majesty Makin Tak Terbendung

Editor : Kimda Farida
#Makan Bergizi Gratis #Mbg #3t #pemerintah pusat