Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Di Sidang Umum PBB, Presiden Prabowo Nyatakan Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Redaksi Lombok Post • Selasa, 23 September 2025 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato bersejarah di Sidang Majelis Umum PBB 2025 di New York, Senin (22/9). Prabowo menyerukan pengakuan Palestina (Tangkapan layar X @Menlu_RI)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato bersejarah di Sidang Majelis Umum PBB 2025 di New York, Senin (22/9). Prabowo menyerukan pengakuan Palestina (Tangkapan layar X @Menlu_RI)
LombokPost -- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam upaya perdamaian di Jalur Gaza.

Di sela Sidang Umum PBB di New York, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirim pasukan perdamaian ke wilayah tersebut.

Hal ini sejalan dengan dorongan dari Amerika Serikat (AS), yang juga mengundang Indonesia dan sejumlah negara lain untuk berpartisipasi dalam misi tersebut.

Menurut Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, tujuan utama pengiriman pasukan ini adalah menjaga stabilitas pasca-konflik, memastikan dana rekonstruksi digunakan secara efektif, serta mendukung program transisi dan pembangunan kembali Gaza setelah kehancuran yang diakibatkan oleh Israel. Pengiriman pasukan perdamaian ini akan dilakukan setelah serangan Israel di Gaza dihentikan.

Poin-poin krusial inilah yang dijadwalkan akan didiskusikan oleh Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah pemimpin negara muslim lainnya.

Pertemuan tersebut rencananya akan berlangsung pada Selasa (23/9) waktu New York.

Negara-negara lain yang diundang dalam pertemuan ini termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, Jordania, Turki, dan Pakistan.

Dalam pidatonya di KTT Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina, Prabowo menegaskan kembali posisi Indonesia.

“Kami siap menjadi bagian dari perjalanan menuju perdamaian,” katanya. Ia juga menekankan bahwa satu-satunya jalan menuju perdamaian sejati adalah melalui solusi dua negara. "Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap solusi dua negara. Hanya solusi ini yang dapat membawa perdamaian sejati," katanya.

Secara spesifik, Prabowo mengulangi pernyataan sebelumnya tentang kesiapan Indonesia untuk mengakui Israel sebagai negara.

Syaratnya, Israel harus lebih dulu mengakui negara Palestina secara penuh. Sementara itu, draf yang akan dibahas oleh Trump tidak melibatkan campur tangan Israel secara langsung, meskipun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut mengetahuinya.Seperti sikap sebelumnya, AS juga menegaskan tidak ingin Hamas terlibat dalam proses transisi ini.(*)

Editor : Redaksi Lombok Post
#prabowo #Israel #gaza #sidang umum pbb