Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waduh, Dua Cucu Mahfud MD Keracunan MBG Hingga Harus Dirawat

Rosmayanthi • Kamis, 2 Oktober 2025 | 07:06 WIB

Dua cucu Mahfud MD menjadi korban keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) hingga harus dirawat di salah satu Rumah Sakit di Yogyakarta.
Dua cucu Mahfud MD menjadi korban keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) hingga harus dirawat di salah satu Rumah Sakit di Yogyakarta.
LombokPost - Pengakuan mengejutkan datang dari Mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Melalui YouTube Mahfud MD Official berjudul ‘Bereskan Tata Kelola MBG” yang dikutip LombokPost Rabu (1/10/2025), dua orang cucunya menjadi korban keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di Yogyakarta.

“Cucu saya juga keracunan MBG di Yogya, cucu ponakan ya, saya punya ponakan, ponakan saya itu punya anak, namanya Ikhsan, makan bergizi gratis, satu kelas itu delapan orang langsung muntah-muntah,” ungkap Mahfud MD dalam video YouTubenya.

Mahfud menceritakan kisah ketika salah satu cucunya diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan cukup di Rumah Sakit pada hari yang sama. Sementara yang satu lagi, harus menjalani perawatan hingga 4 hari di rumah sakit.

“Sampai kemarin saya di Yogya (masih dirawat), sekarang mungkin hari ini sudah keluar,” aku Mahfud MD yang terlihat cukup khawatir.

Meski demikian, Mahfud MD tetap mendukung program MBG. Bahkan ia menilai program MBG merupakan salah satu program yang paling bagus dan mulia karena jutaan anak-anak Indonesia ada yang tidak makan.

“Sekarang masih tidak bisa makan dengan wajar itu, dengan punya gizi minimal itu masih puluhan juta orang, sehingga menurut saya program makan bergizi gratis ini program yang sangat mulia dan program unggulan yang harus kita dukung bersama-sama,” nilai Mahfud MD.

Itu sebabnya, dia meminta masyarakat lebih bijaksana dalam menilai program ini dari segi dampak dan manfaatnya, meskipun di sejumlah daerah kasus keracunan MBG masuk terjadi. Namun jika dikalkulasikan secara nasional masih sangat kecil persentasenya, hanya 0,00017 persen.

Itu sebabnya Mahfud MD meminta masyarakat supaya bisa memahami jika dalam perjalanannya program MBG ini ada kesalahan-kesalahan.

“Memang perlu diperbaiki, tata kelolanya ini kan tidak jelas ya, mendesak, sangat perlu tata kelolanya diperbaiki,” tegas Mahfud MD.

Editor : Siti Aeny Maryam
#RS #Mahfud MD #Mbg #keracunan #dirawat #program