Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mengenal "Raksasa" Bawah Laut: Apa Itu Gempa Megathrust dan Bagaimana Kita Siaga?

Nurul Hidayati • Senin, 6 Oktober 2025 | 12:47 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – Indonesia, yang dikenal berada di "Cincin Api Pasifik," tak lepas dari ancaman gempa bumi berkekuatan besar.

Salah satu istilah yang kerap muncul dan paling patut diwaspadai adalah Gempa Megathrust.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan komprehensif mengenai fenomena alam dahsyat ini dan langkah-langkah mitigasi yang harus dilakukan.

Megathrust: Ketika Lempeng Samudra "Menyusup"

Menurut BMKG, Gempa Megathrust adalah jenis gempa bumi dengan kekuatan sangat besar yang terjadi di zona subduksi lempeng.

Zona ini merupakan bidang kontak yang luas, tempat lempeng samudra menyusup ke bawah lempeng benua.

Karena sumber gempa berada di bidang kontak antar lempeng yang luas inilah, energi yang dilepaskan saat terjadi Gempa Megathrust bisa mencapai skala yang luar biasa.

Magnitudo gempa jenis ini dapat mencapai di atas M8,0, yang tidak hanya berpotensi merusak bangunan di wilayah yang luas, tetapi juga berpotensi memicu tsunami besar yang sangat merusak.

Contoh-contoh dahsyat Gempa Megathrust yang pernah terjadi di dunia.

Gempa Chile 1960 (M9,5). Gempa Aceh 2004 (M9,2). Gempa Tohoku Jepang 2011 (M9,0).

Siap Siaga Hadapi Megathrust: Langkah Mitigasi Kunci

Mengingat potensi ancaman yang sangat besar, kesiapsiagaan adalah kunci utama untuk meminimalkan dampak Gempa Megathrust dan tsunami. BMKG menekankan beberapa langkah mitigasi penting yang harus dijalankan secara terstruktur dan terpadu:

Diseminasi Peringatan Dini Tsunami: Pemanfaatan sistem peringatan dini gempa dan tsunami yang dimiliki oleh BMKG dan InaTEWS (Indonesian Tsunami Early Warning System) secara optimal.

Edukasi dan Simulasi Rutin: Melaksanakan latihan evakuasi tsunami secara rutin di daerah rawan. Simulasi membantu masyarakat memahami jalur dan prosedur penyelamatan diri.

Bangunan Tahan Bencana: Mendesain infrastruktur, terutama di wilayah pesisir, sesuai dengan standar SNI tahan gempa dan tsunami.

JELASKAN: Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Purna Sulastya Putra dalam diskusi tsunami purba di Jakarta, Rabu (6/8). 
JELASKAN: Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Purna Sulastya Putra dalam diskusi tsunami purba di Jakarta, Rabu (6/8). 

Rencana Evakuasi Jelas: Setiap individu dan komunitas harus mengetahui jalur evakuasi, titik kumpul, dan lokasi aman yang bebas dari ancaman tsunami.

Kesiapsiagaan Individu (Tas Siaga): Membangun kesadaran untuk evakuasi mandiri segera setelah terjadi gempa kuat tanpa menunggu instruksi resmi. Siapkan Tas Siaga Bencana yang berisi obat-obatan, air minum, makanan kering, dan dokumen penting.

Kesiapsiagaan menghadapi ancaman Gempa Megathrust adalah tanggung jawab bersama. Dengan memahami potensi bahayanya dan melaksanakan mitigasi secara disiplin, dampak kerugian jiwa dan material dapat diminimalkan.

Editor : Kimda Farida
#Tsunami #bmkg #Gempa #fenomena alam #megathrust