Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Evakuasi Korban Runtuhan Musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo Jatim Tuntas Hari Ini, Diduga Masih Ada Delapan Jenazah di Balik Reruntuhan

Lombok Post Online • Selasa, 7 Oktober 2025 | 11:06 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Proses evakuasi dan pembersihan reruntuhan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, Jatim, masih berlangsung hingga tadi malam.

Sampai dengan pukul 19.00 WIB, progres pembersihan puing diperkirakan tinggal 15 persen lagi. Jumlah korban meninggal yang sudah dievakuasi mencapai 65 orang.

Diduga masih ada 5 hingga 8 jenazah lagi yang ada di balik reruntuhan beton.

Di tengah proses evakuasi, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo datang dengan didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah pejabat terkait.

Menteri Dody mengecek proses evakuasi. Dia mengatakan bahwa Kementerian PU akan melakukan evaluasi soal kelayakan bangunan semua ponpes setelah evakuasi selesai.

”Hari ini (kemarin) kami tidak bisa bicara lebih, intinya semua difokuskan untuk evakuasi dulu,” katanya, Senin (6/10)

Mengenai dugaan adanya kegagalan konstruksi, Dody juga belum banyak berkomentar. “Kami akan evaluasi selepas ini (evakuasi) selesai,” ujarnya.

Sedangkan soal baru ada 50 ponpes yang mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Kementerian PU akan melibatkan beberapa instansi. ”Bukan hanya kami saja, tapi juga akan melibatkan Kemenag dan Kemendagri,” katanya.

PBG merupakan izin yang diterbitkan pemerintah bagi pemilik bangunan atau perwakilannya.

Sebelum penerbitan Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta Peraturan Pemerintah No 16 Tahun 2021, dokumen ini bernama Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Menurutnya, semua ponpes harus mengantongi PBG.

Bahkan nantinya setiap pemda akan dilibatkan dalam pembenahan dan mengecek kualitas bangunan dari ponpes-ponpes.

Dody mengatakan bahwa hal tersebut adalah upaya pencegahan yang bisa dilakukan oleh pemerintah.

”Kami tidak ingin kejadian ini terulang lagi,” paparnya.

Dody berharap upaya tersebut bisa berjalan bertahap selepas kejadian di Ponpes Al Khoziny selesai.

“Nanti kami secara bertahap, lakukan perbaikan sana sini,” imbuhnya.

Jumlah Korban Terbanyak Tahun Ini

BNPB menyebut ambruknya bangunan di Ponpes Al-Khoziny menjadi tragedi dengan korban jiwa terbanyak sepanjang tahun ini. Lebih banyak dari gempa di Poso dan banjir bandang di Bali.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan mengungkapkan, korban jiwa dalam dua bencana itu lebih sedikit dari kejadian di Al-Khoziny.

Padahal, tidak sedikit bangunan yang rusak.

”Dari bencana alam dan non alam sepanjang 2025, tidak ada korban meninggal yang sebanyak di sini (Al-Khoziny, Red),” ujarnya kemarin.

Hingga pukul 15.01 WIB kemarin, terdapat 59 santri yang meninggal.

Petugas juga menemukan 5 potongan tubuh.

Diperkirakan masih ada 8 orang yang tertimbun puing, merujuk pada data santri yang masih hilang.

Budi menyatakan, evakuasi menggunakan alat berat terus dilakukan.

Dia berharap semua korban ditemukan.

”Mudah-mudahan bisa tuntas hari ini,” katanya.

Lebih lanjut, dia menerangkan, para korban diperkirakan berada di lantai dasar.

Karena itu, pencarian perlu diawali dengan pembersihan puing.

”SAR gabungan sudah kami bagi dalam beberapa tim,” jelasnya.

Budi mengungkapkan, pengangkatan puing perlu perhitungan matang.

Sebab, sebagian struktur ada yang menempel dengan bangunan lama di sisi selatan. Koneksi itu menimbulkan risiko tersendiri.

Gedung lama itu, kata Budi, sementara sudah diberi penyangga.

Namun, pembersihan tetap perlu mengedepankan kehati-hatian.

”Agar tidak ada getaran yang bisa memicu runtuhan susulan,” katanya.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Muhaimin Siap Keliling Pesantren

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mengatakan akan turun langsung mengecek kondisi gedung pesantren di berbagai daerah.

Menurut dia, hal itu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin setiap santri terjamin keselamatannya.

Cak Imin, sapaan Muhaimin, akan melibatkan kementerian/lembaga terkait untuk memeriksa dan memperbaiki struktur bangunan pesantren.

Dengan begitu, audit dapat berjalan cepat dan efektif.

"Saya akan mengecek secara seksama kondisi bangunan pondok pesantren dengan bantuan kementerian/lembaga terkait agar tidak ada lagi peristiwa gedung roboh yang memakan korban jiwa," ujarnya Senin (6/10).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, Presiden ingin setiap santri di pondok pesantren terjamin keamanan dan keselamatannya. Karena itu, mereka harus benar-benar dijaga.

"Pondok pesantren sejak dahulu menjadi pelopor upaya pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu keamanan dan keselamatan santri wajib terjamin," paparnya. Terlebih, kata dia, terjaminnya keselamatan dan keamanan santri adalah salah satu faktor kunci untuk mendorong terciptanya masyarakat yang berdaya dan mandiri.

Dia menerangkan, pemerintah juga menjajaki mekanisme-mekanisme bantuan dalam membangun maupun memastikan kekuatan gedung pesantren.

Salah satunya, bantuan tenaga ahli teknik untuk memastikan struktur bangunan terjamin aman dan kokoh.

"Kemenko PM akan berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk memberikan bantuan kepada pondok pesantren yang tengah membangun dan merenovasi gedungnya," pungkasnya.

Dua Jenazah Disalatkan di Posko

Dua jenazah santri yang berhasil diidentifikasi pada Minggu (5/10) langsung disalatkan pada malamnya. Jenazah atas nama Nurudin, 13, warga Karanggayam, Blega, Bangkalan; dan Ahmad Rijalul Haq, 16, warga Jalan Dapuan Baru, Pabean Cantikan, Surabaya; tersebut disalatkan di posko halaman RS Bhayangkara Surabaya  atas permintaan keluarga.

Ihya Ulumuddin, paman Nurudin, menuturkan bahwa jenazah langsung dipulangkan ke Bangkalan untuk dimakamkan.

Sebagai alumnus Ponpes Al-Khoziny, Ihya merasakan duka mendalam atas meninggalnya sang keponakan. Terlebih, Nurudin masuk ke ponpes tersebut atas rekomendasinya.

”Begitu kejadian, saya langsung berangkat ke pondok untuk ngecek keponakan saya itu. Sampai sekarang (Minggu malam, red) saya masih belum pulang ke rumah,” ungkap warga Kenjeran, Surabaya, tersebut.

Permintaan disalati di posko juga diamini oleh Sulaiman, ayah Rijalul Haq.

Anak kedua dari empat bersaudara tersebut dimakamkan di Alang-alang, Tragah, Bangkalan.

Sulaiman mengenang Rijal sebagai sosok yang patuh dan taat pada orang tua.

”Rijal anak saya itu tidak pernah bilang tidak. Dia selalu bilang iya terus,” ujar Sulaiman pada Minggu malam.

TERUS BERTAMBAH: Petugas membawa jenazah santri Al-Khoziny dari reruntuhan ke ambulans yang menunggu di area pesantren, Senin (6/10).
TERUS BERTAMBAH: Petugas membawa jenazah santri Al-Khoziny dari reruntuhan ke ambulans yang menunggu di area pesantren, Senin (6/10).

Polisi Tunggu Evakuasi Jenazah Tuntas     

Polda Jatim memastikan proses penegakan hukum bakal berjalan.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Jules Abraham Abast menyampaikan, penyelidikan akan dilakukan setelah proses evakuasi jenazah rampung.

”Kalau bicara penegakan hukum,  sebagaimana yang sudah disampaikan oleh Bapak Kapolda, akan tetap kita lakukan,” papar Jules kemarin.

Ketika disinggung mengenai jumlah saksi dan sampel bangunan yang telah diperiksa, Jules mengaku belum melangkah ke tahapan tersebut.

Pihaknya kembali menegaskan bahwa sementara ini masih berfokus pada pemeriksaan 47 kantong jenazah yang belum teridentifikasi hingga kemarin pukul 17.00 sore.

”Terkait dengan upaya penyelidikan, apakah nanti akan diawali dengan TKP? Itu sudah pasti. Pasti akan melangkah dari TKP,” tegas Jules. (leh/edi/mia/eza/oni/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#Ponpes #pondok pesantren #bangunan #Sidoarjo #pejabat #evakuasi