LombokPost - Pecinta langit dan fenomena alam di seluruh Indonesia disuguhi pemandangan spektakuler selama dua malam berturut-turut.
Supermoon pertama di tahun 2025 telah terjadi, menampilkan Bulan Purnama yang tampak jauh lebih besar dan lebih terang dari biasanya!
Fenomena langka ini mencapai puncaknya pada periode 7 hingga 8 Oktober 2025, saat Bulan berada di posisi terdekatnya dengan Bumi sebuah kondisi yang dikenal sebagai perigee.
Baca Juga: Kalender Langit 2025, Bulan Purnama dan Parade Planet Raksasa Menyapa Pecinta Astronomi
Apa Itu Supermoon? Dekatnya Sang Satelit Bumi
Supermoon bukanlah mitos, melainkan peristiwa astronomis yang terjadi ketika fase Bulan Purnama bertepatan (atau hampir bertepatan) dengan saat Bulan berada di jarak terdekatnya dengan Bumi, yang disebut perigee.
Hal ini dimungkinkan karena orbit Bulan mengelilingi Bumi tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elips (oval).
Ada kalanya Bulan berada di titik terdekat (perigee) dan titik terjauh (apogee) dari planet kita.
Ketika perigee terjadi bersamaan dengan Bulan Purnama, hasilnya adalah Supermoon!
Penampakannya bisa terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang daripada saat Bulan berada di titik terjauhnya.
Pada peristiwa kali ini, fase Bulan Purnama terjadi pada 7 Oktober 2025, dengan jarak Bulan ke Bumi sekitar 361.458 km.
Puncak jarak terdekat Bulan (perigee) dengan Bumi justru terjadi sedikit terlambat.
Yaitu pada 8 Oktober 2025 pukul 19.35 WIB, dengan jarak yang lebih pendek lagi, yakni 359.819 km.
Peringatan: Dampak pada Air Pasang dan Pasang Surut
Meskipun memukau mata, fenomena Supermoon juga membawa konsekuensi alamiah yang perlu diwaspadai.
Gravitasi Bulan yang berada pada jarak terdekat ini memiliki tarikan yang lebih kuat, sehingga dapat memengaruhi lautan di Bumi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat pesisir untuk berhati-hati.
Dampak dari Supermoon ini adalah potensi terjadinya air pasang laut yang lebih tinggi dan air surut yang lebih rendah dari kondisi normal.
Warga di wilayah pesisir diimbau untuk waspada terhadap potensi banjir rob selama periode 7-8 Oktober 2025.
Baca Juga: Fenomena Langka Malam Ini: Strawberry Moon Terendah Sejak 2006, Tak Terulang hingga 2043!
Waktu Terbaik Menyaksikan Supermoon
Bagi yang terlewat pada malam tanggal 7 Oktober, masih ada kesempatan untuk menikmati langit malam yang luar biasa!
Para pengamat langit di Indonesia disarankan untuk menyaksikan fenomena ini pada malam hari, terutama saat Bulan baru terbit di tanggal 7 Oktober pukul 17.55 WIB, atau pada puncak perigee di 8 Oktober 2025 pukul 19.35 WIB.
Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, carilah lokasi yang lapang dan jauh dari polusi cahaya kota.
Fenomena Supermoon Oktober ini juga dikenal dengan sebutan Harvest Moon atau Bulan Panen, yang dinamakan demikian karena cahaya terangnya di awal malam membantu para petani di belahan bumi utara untuk memanen hasil bumi mereka.
Jangan lewatkan Supermoon berikutnya di tahun 2025 yang diperkirakan akan hadir pada 5 November dan 4 Desember mendatang!
Editor : Kimda Farida