Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wali Kota-Wawali Blitar Berseteru Seusai Mutasi Pejabat, Karena Tak Dilibatkan dalam Penataan ASN

Lombok Post Online • Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:10 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Konflik dini kepala daerah di Jatim terus bermunculan.

Setelah Kabupaten Sidoarjo dan Jember, kini giliran Wali Kota  dan Wakil Wali Kota Blitar yang dikabarkan tengah berseteru. Diduga, persoalan itu mencuat pascamutasi pejabat pada Senin (13/10).

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin angkat bicara mengenai isu keretakan hubungannya dengan Wakil Wali Kota Elim Tyu Samba.

Pria yang akrab disapa Mas Ibin itu menegaskan, hubungannya dengan Elim hingga kini masih baik.

Kabar disharmonisasi dua pimpinan daerah itu muncul seusai mutasi besar-besaran. Elim berkomentar di beberapa media bahwa dia tidak dilibatkan dalam kocok ulang pejabat itu.

Karena itu, dia menganggap bahwa mutasi tersebut tidak sesuai dengan prosedur dan akan melaporkannya ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Menurut Ibin, mutasi yang dilakukan terhadap 100 lebih pegawai itu sudah sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Jauh sebelum upacara pelantikan, pihaknya dan jajaran OPD telah melaksanakan rapat terkait mutasi, rotasi, hingga promosi.

”Tiga atau dua minggu sebelumnya saya tawarkan ke bu wawali untuk memberi saran dan masukan. Termasuk kepada pak sekda. Bahkan, ada kepala OPD yang saat itu bilang, wah mas wali demokratis sekali menawarkan kepada kami siapa pejabat atau staf yang layak untuk diapresiasi atau dipromosikan. Saat saya minta silakan kirim nama orangnya, kirim ke saya lewat surat atau WA langsung,” terangnya Selasa (14/10).  

Dia menegaskan, tidak ada permasalahan serius antara dirinya dengan wakilnya. Keduanya masih masih berkomunikasi dengan baik. ”Setiap hari saya ngantor, bu wawali juga ngantor. Sebenarnya tidak ada problem tentang tata kelola pemerintahan. Saya juga sering ngomong, jika ada apa-apa silahkan ngomong,” paparnya.

Selama ini, kata Ibin, pihaknya tak jarang  mengajak semua pejabat untuk rapat bersama. Baik rapat dalam skala kecil maupun skala besar. Termasuk, membahas masalah mutasi, rotasi, serta promosi ASN di lingkup Pemkot Blitar. ”Intinya, mutasi ini dalam rangka efektivitas kinerja pemerintahan agar berjalan dengan baik. Tidak ada unsur tertentu. Siapapun ASN harus siap ditempatkan dimanapun,” tuturnya.

Siap Dipanggil Kemendagri

Tentang wawali yang akan melaporkan ke Kememdagri, Ibin mengaku siap apabila memang dipanggil. Dia akan mengikuti prosedur yang berlaku dan menjelaskan apa adanya. ”Intinya, pemerintah telah bekerja sesuai prosedur. Kami siap untuk mengklarifikasi jika dipanggil oleh pimpinan, termasuk gubernur. Kami siap membuka ruang komunikasi,” jelasnya.

Ilustrasi
Ilustrasi

Bangun Komunikasi

Rektor Universitas Madani Indonesia (Umina) Blitar Prof Dr H M Zainuddin menilai, dinamika yang terjadi di tubuh Pemkot Blitar merupakan hal yang lumrah, selama masih dalam koridor komunikasi yang kurang berjalan dengan baik.

Menurut dia, setiap pihak di pemerintahan sejatinya memiliki tujuan yang sama, yakni menyejahterakan masyarakat dan menegakkan keadilan. ”Kalau ada perbedaan pandangan itu wajar, tapi tujuannya harus tetap satu. Ini lebih pada persoalan miskomunikasi saja,” ujar Mantan Wawali Blitar itu.

Dia mengingatkan pentingnya kekompakan antara wali kota dan wakil wali kota agar roda pemerintahan tetap berjalan harmonis. Zainuddin mengibaratkan hubungan keduanya seperti pasangan suami istri yang harus saling memahami. ”Kalau dua-duanya bersitegang, ya pasti berat,” katanya. (sub/ady/mg2/ady/aph/JPG/r3)

Editor : Siti Aeny Maryam
#ASN #Mutasi #blitar #opd #Kepala Daerah