Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kemdikdasmen Dapat Nilai Paling Kinclong

Akbar Sirinawa • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Direktur Eksekutif IndoStrategi, Ali Noer Zaman, menggelar konferensi pers hasil riset IndoStrategi terkait potret satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Jumat (17/10).  (FOTO: Jawapos)
Direktur Eksekutif IndoStrategi, Ali Noer Zaman, menggelar konferensi pers hasil riset IndoStrategi terkait potret satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Jumat (17/10). (FOTO: Jawapos)

LombokPost-Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat penilaian publik kategori sedang.

Berdasarkan riset terbaru IndoStrategi, pemerintahan Prabowo-Gibran meraih skor rata-rata 3,07 poin dari skala 0–5.

Penilaian ini diambil dari riset yang dilakukan pada awal September hingga 13 Oktober 2025. Direktur Eksekutif IndoStrategi Ali Noer Zaman menjelaskan, pihaknya juga menilai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Kabinet Merah Putih.

Dari hasil riset tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) muncul sebagai kementerian dengan kinerja terbaik.

“Berdasarkan grafik yang kami sajikan, seluruh kementerian memperoleh skor dalam kategori sedang. Namun demikian, terdapat variasi skor yang cukup signifikan,” kata Ali Noer Zaman dalam konferensi pers di Jakarta, seperti dikutip dari JawaPos.com, Jumat (17/10).

Kemdikdasmen mencatat skor tertinggi yakni 3,35 poin dari nilai sempurna 5. Di posisi ke-10, Kementerian Investasi dan Hilirisasi (BKPM) yang dipimpin Rosan Roeslani memperoleh skor 3,09 poin.

Menurut Ali, tingginya penilaian terhadap Kemdikdasmen dipengaruhi sejumlah faktor positif, antara lain inovasi pembelajaran berbasis deep learning dan koding yang dianggap adaptif terhadap era digital.

Selain itu, sistem PPDB/SPMB baru dinilai lebih tertib dan minim gejolak dibanding tahun sebelumnya.

Namun riset juga menyoroti sejumlah catatan negatif, seperti kebijakan yang kerap berubah, terutama terkait PPDB, TKA, dan evaluasi guru, yang menimbulkan kebingungan dan ketidakstabilan sistem pendidikan.

“Kesejahteraan guru dinilai masih rendah, sementara retribusi terhadap guru ASN disebut berdampak domino terhadap kondisi guru honorer,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berada di posisi kedua dengan skor 3,32 poin, diikuti Kementerian Agama (Kemenag) yang meraih 3,26 poin di posisi ketiga.

Baca Juga: Pemerintah Rapel Kenaikan Gaji Pensiunan PNS di November 2025, Ada yang Naik Sampai 12 Persen

Riset IndoStrategi dilakukan menggunakan metode purposive sampling dengan melibatkan 424 responden dari 34 provinsi.

Responden dipilih berdasarkan kriteria pendidikan minimal Strata Satu (S1) dan memiliki pekerjaan tetap, terdiri dari guru, dosen, aktivis, karyawan, hingga pengusaha.

Selain wawancara langsung, riset juga memadukan analisis dari berbagai sumber berita daring dan luring, dokumen resmi pemerintah, serta pandangan para pengamat dan akademisi.

Berikut daftar 10 kementerian dengan kinerja terbaik versi IndoStrategi pada Oktober 2025:

  1. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) – Abdul Mu’ti (3,35 poin)
  2. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) – Sugiono (3,32 poin)
  3. Kementerian Agama (Kemenag) – Nasaruddin Umar (3,26 poin)
  4. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikteksaintek) – Brian Yuliarto (3,22 poin)
  5. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) – Purbaya Yudhi Sadewa (3,21 poin)
  6. Kementerian Perencanaan dan Perekonomian Nasional (Bappenas) – Rachmat Pambudy (3,15 poin)
  7. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) – Tito Karnavian (3,14 poin)
  8. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) – Sjafrie Sjamsoeddin (3,13 poin)
  9. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) – Raja Juli Antoni (3,12 poin)
  10. Kementerian Investasi dan Hilirisasi (BKPM) – Rosan Roeslani (3,09 poin)
Editor : Akbar Sirinawa
#Presiden Prabowo #Kemdikdasmen #abdul mu'ti #Purbaya Yudhi Sadewa #Prabowo-Gibran