Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

15.876 Peserta Ikut Program Magang Nasional, Pemerintah Pastikan Buka Gelombang Kedua

Lombok Post Online • Selasa, 21 Oktober 2025 | 12:27 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Pemerintah meresmikan program Magang Nasional Batch I Senin (20/10).

Total, 15.876 peserta yang mengikuti kegiatan itu.

Program tersebut menjadi pintu masuk bagi lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman kerja sekaligus memperkuat daya saing mereka.

Alhamdulillah, hari ini kita laksanakan pembukaan program magang nasional, sebuah inisiatif strategis dari pak presiden, dan yang melaksanakan adalah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker),” ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat me-launching program tersebut di kantor Kemenaker.

Menurut Yassierli, lewat program itu, pemerintah hadir memberi ruang bagi para lulusan baru kampus untuk merasakan atmosfer dunia kerja profesional.

Durasi magang berlangsung selama enam bulan. Peserta mendapatkan uang saku besarnya setara upah minimum yang sepenuhnya ditanggung pemerintah.

Sasaran Magang Nasional berdasarkan Permenaker 8/2025 adalah fresh graduate atau mahasiswa yang baru lulus kuliah. Sejak pendaftaran dibuka pada 1 Oktober lalu, animo dunia usaha dan calon peserta magang tinggi.

Berdasarkan data Barenbang Naker, tercatat 1.668 perusahaan telah mengajukan permintaan dengan total 26.181 slot magang.

Setelah proses verifikasi, 20.457 posisi dinyatakan layak. Dari seleksi yang diumumkan pada 19 Oktober, 15.876 peserta  diterima di batch perdana.

”Dari 15.876 orang yang ditetapkan sebagai peserta magang, 14.913  hadir langsung dan sebagian lainnya mengikuti lewat kanal YouTube yang sudah kita sediakan,” ucap Yassierli.

Gelombang Kedua

Karena tingginya antusiasme dan keterbatasan waktu seleksi, pemerintah memastikan akan membuka gelombang kedua pada 21-23 Oktober.

Tiga provinsi dengan partisipasi perusahaan terbanyak adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, jumlah lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri memiliki jarak.

Program Magang Nasional bisa menjadi jembatan untuk menyerap sebagian dari ledakan angkatan kerja baru setiap tahun.

BUKA: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menaker Yassierli, dan Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad membuka Program Pemagangan.
BUKA: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menaker Yassierli, dan Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad membuka Program Pemagangan.

”Kita menyadari adanya kesenjangan antara supply lulusan perguruan tinggi dan demand tenaga kerja. Melalui program ini, pemerintah berupaya menjembatani 8 hingga 10 persen dari total lulusan kampus agar siap masuk ke dunia kerja,” kata Airlangga.

Lebih lanjut, dia mengapresiasi antusiasme para peserta dan perusahaan yang terlibat. Persaingan untuk lolos program itu, kata Airlangga, terbilang ketat.

”Rasio satu posisi magang diperebutkan oleh sekitar 200 pendaftar,” terangnya. (bry/aph/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#Magang #nasional #pemerintah #Upah Minimum #kementerian