Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Elite Golkar Sesalkan Meme Rasis Bahlil Lahadalia, Dianggap Ciderai Semangat Sumpah Pemuda

Redaksi Lombok Post • Rabu, 29 Oktober 2025 | 08:31 WIB

Idrus Marham
Idrus Marham
LombokPost -- Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan rasis dan diskriminatif yang menimpa Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Idrus menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan lagi sekadar kritik, melainkan bentuk penghinaan terhadap nilai-nilai moral, keagamaan, dan kemanusiaan yang menjadi dasar kehidupan berbangsa.

“Ini bukan lagi kritikan, tapi sudah rasis dan diskriminasi, bahkan sudah penghinaan. Karena itu, ini bukan lagi persoalan pribadi. Ini sudah menyangkut masalah moral keagamaan, etika kemanusiaan, akal sehat pemikiran, dan martabat manusia,” kata Idrus ditemui di kantor IMC, Jakarta, Selasa (28/10).

Idrus Marham menegaskan, meme rasis bergambar Bahlil Lahadalia yang diedit dengan berbagai tulisan berpotensi mengganggu kesatuan dan persatuan bangsa. Ia khawatir hal tersebut dapat mengoyak solidaritas sosial dan keharmonisan hidup berbangsa.

“Kalau ini tidak dihentikan, maka cara-cara seperti itu akan mengganggu nilai-nilai Sumpah Pemuda, terutama semangat persatuan, solidaritas sosial, dan keharmonisan masyarakat kita,” tegasnya. Keprihatinan ini muncul bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, yang menekankan pentingnya semangat persatuan tanpa sekat suku, agama, atau asal-usul.

Elite Partai Golkar itu menilai, ujaran kebencian berbasis ras merupakan paradoks dalam demokrasi modern, yang seharusnya dibangun atas dasar ide dan kualitas, bukan identitas primordial.

“Demokrasi semestinya dilandasi gagasan dan kualitas, bukan pendekatan yang sangat primordialistik dan sangat-sangat rasial,” ujar Idrus.

Menyerang seseorang berdasarkan asal-usul atau ras hanya akan merusak ruang publik yang seharusnya menjadi tempat adu gagasan, yang ia sebut sebagai kemunduran. Idrus menekankan, membiarkan beredarnya meme yang mengandung cibiran fisik dan diskriminatif sama saja membiarkan lunturnya harga diri bangsa.

“Itu memalukan kita semua sebagai bangsa yang besar dan bermartabat. Karena saya yakin betul bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai etika dan martabatnya,” imbuhnya.

Meskipun mendapat serangan rasis, Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan tidak merasa tersinggung dan telah memaafkan pihak-pihak yang membuat meme tersebut. "Pertanyaannya adalah bagaimana pendapat saya terkait meme-meme ataupun pemberitaan yang berbeda dengan kenyataannya. Saya jujur saja, bagi saya itu tidak masalah," ucap Bahlil.(*

Editor : Redaksi Lombok Post
#bahlil lahadalia #Golkar #idrus marham #meme Bahlil