Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kunci Jaga Ekonomi 2025: Pusat-Daerah Wajib Satu Suara, Hindari Kebingungan Investor Dan Rakyat

Nurul Hidayati • Minggu, 9 November 2025 | 22:59 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – Pemerintah mengambil langkah proaktif dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional menjelang tahun 2025.

Bukan hanya berfokus pada kebijakan fiskal dan moneter, efektivitas implementasi program kini ditekankan pada keselarasan narasi komunikasi publik antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

Hal ini penting untuk menjaga optimisme pasar dan kepastian investasi.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah sekaligus Plt. Kepala Biro Komunikasi Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah memegang peranan krusial.

Kebijakan Pusat, seperti stimulus ekonomi dan program magang, harus dikomunikasikan secara konsisten agar target nasional tercapai.

Pertumbuhan ekonomi daerah memegang peranan penting dalam mendukung secara spasial pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Berbagai program dapat kita kolaborasikan dari berbagai sisi, baik substansi maupun komunikasinya, untuk menjaga optimisme dan memperkuat sinergi dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi tahun 2025 ini,” ujar Haryo Limanseto dalam Forum Diskusi Sinkronisasi Komunikasi Publik di Jakarta.

Benteng Pertahanan dari Disinformasi

Forum tersebut digagas sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas fungsi, menjadikan komunikasi publik sebagai jembatan efektif antara kebijakan ekonomi nasional dan pelaksanaannya di lapangan.

Pesan yang konsisten dan akurat sangat vital agar kebijakan ekonomi tidak diterjemahkan secara keliru di tingkat daerah, yang berpotensi menimbulkan keraguan di kalangan pelaku usaha dan masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyoroti ancaman terbesar bagi stabilitas ekonomi: disinformasi dan polarisasi opini publik di era digital.

“Disinformasi, polarisasi opini publik, serta menurunnya kepercayaan masyarakat menjadi tantangan yang perlu direspons dengan pendekatan komunikasi yang cerdas dan empatik. Ini adalah bagian dari menjaga iklim usaha,” jelas Budi.

Untuk mengatasi hal ini, Budi menekankan strategi berbasis data, kemitraan erat dengan media arus utama, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

AI akan digunakan untuk menganalisis sentimen publik secara real-time, memungkinkan Pemerintah memberikan respons cepat terhadap isu-isu ekonomi yang berkembang, sehingga mencegah kepanikan atau spekulasi pasar yang tidak perlu.

Kunci Jaga Ekonomi 2025: Pusat-Daerah Wajib Satu Suara, Hindari Kebingungan Investor Dan Rakyat
Kunci Jaga Ekonomi 2025: Pusat-Daerah Wajib Satu Suara, Hindari Kebingungan Investor Dan Rakyat

Membangun Kepercayaan, Memperkuat Partisipasi

Kesimpulan dari forum ini menegaskan bahwa komunikasi sinkron bukan sekadar formalitas, melainkan strategi fundamental untuk membangun kepercayaan dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung kebijakan ekonomi.

Dengan kolaborasi yang erat antara Pusat dan Daerah, Haryo Limanseto optimis implementasi kebijakan ekonomi dapat berjalan lebih efektif, inklusif, dan yang terpenting, berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia, sekaligus memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.

Editor : Siti Aeny Maryam
#investasi #nasional #pemerintah #Ekonomi #kebijakan