Penambahan ini akan berasal dari impor dan hasil produksi dalam negeri untuk memperkuat ketersediaan BBM.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo menjelaskan bahwa volume tambahan BBM Pertalite ini akan memperpanjang stok hingga 23 hari, dari sebelumnya hanya 21 hari.
"Penambahan stok ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM yang aman, baik dari hasil produksi kilang dalam negeri maupun impor," ungkapnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/11).
Selain BBM Pertalite, Pertamina juga berencana menambah pasokan BBM nonsubsidi, yaitu Pertamax Turbo dengan kadar oktan 98.
Meskipun volume impor untuk Pertamax Turbo belum diumumkan, Mars Ega memastikan bahwa pasokan akan tetap dijaga, dengan tambahan produksi dari kilang-kilang dalam negeri seperti Cilacap dan Balongan.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa kuota BBM subsidi untuk tahun 2025 telah ditetapkan sebesar 19,4 juta kiloliter.
Hingga akhir Oktober 2025, kuota tersebut baru terpakai sebanyak 72 persen, yang berarti pasokan BBM subsidi di Indonesia masih cukup hingga akhir tahun 2025.
Dengan langkah ini, Pertamina berharap dapat menjaga kestabilan pasokan BBM dan menghindari kelangkaan, terutama saat momen liburan panjang yang biasanya meningkatkan permintaan BBM. (*)
Editor : Marthadi