Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Banjir–Longsor Meluas, Akses Putus dan Kerusakan Makin Parah: 15 Ribu Lebih Warga Agam Sumbar Mengungsi

Marthadi • Rabu, 3 Desember 2025 | 14:11 WIB

 

Perbaikan darurat infrastruktur jembatan yang putus diterjang banjir di Kabupaten Agam, Rabu (3/12).
Perbaikan darurat infrastruktur jembatan yang putus diterjang banjir di Kabupaten Agam, Rabu (3/12).
LombokPost - Bencana banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem terus menghantam Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Hingga Rabu (3/12), jumlah warga yang mengungsi melonjak menjadi 15.307 jiwa yang tersebar di tujuh kecamatan.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Agam, data per Selasa (3/12) pukul 20.00 WIB menunjukkan pengungsian terbesar berada di Kecamatan Tanjung Raya dengan 9.198 jiwa.

Disusul Malalak 2.419 jiwa, Palembayan 1.511 jiwa, Tanjung Mutiara 901 jiwa, IV Koto 778 jiwa, Ampek Nagari 400 jiwa dan Palupuh 100 jiwa.

BPBD telah mengaktifkan posko utama di balairung rumah dinas Bupati Agam, serta 13 pos lapangan di 13 kecamatan untuk memobilisasi sumber daya penanganan darurat.

Dapur Umum dan Distribusi Bantuan

Sebanyak 26 dapur umum telah beroperasi, menggunakan mobil dapur umum, tenda darurat, hingga rumah warga.

Untuk wilayah yang masih terisolir, distribusi bantuan dilakukan melalui jalur udara guna memenuhi kebutuhan makan, minum, dan logistik lainnya.

Kerugian material juga terus bertambah. Hingga Selasa malam, tercatat 465 rumah rusak berat, 188 rusak sedang, dan 406 rusak ringan.

Kerusakan fasilitas umum meliputi 10 jembatan, 25 titik jalan, jaringan air 6.780 meter, serta 102 fasilitas pendidikan.

Perbaikan Infrastruktur Darurat

Memasuki hari Rabu, pemerintah daerah bersama BNPB mengerahkan 10 alat berat untuk mempercepat pembukaan akses di kecamatan yang terisolir, seperti Tanjung Raya, Matur, Malalak, Ampek Nagari, IV Koto dan Lubuk Basung.

Lima alat berat tambahan juga akan dikerahkan, termasuk bantuan dari United Tractor, Zipur dan Pemerintah Kota Payakumbuh.

Di sektor komunikasi, Komdigi memasang peralatan jaringan di tiga titik strategis: Jorong Bukik Malanca di Nagari Malalak Timur, Posko Tim Koto Alam di Nagari Salareh Aia, dan Posko Utama BPBD di Lubuk Basung.

Sementara itu, tiga kecamatan tercatat tidak terdampak signifikan, yakni Sungai Pua, Candung dan Ampek Angkat. Pendataan rinci kerusakan dan kebutuhan warga masih berjalan di lapangan.

Editor : Marthadi
#pengungsi #BPBD Agam #banjir Agam #Cuaca Ekstrem Sumbar #longsor sumbar