Pencairan ini menjadi fokus perhatian Tim Percepatan Penyaluran Bansos, mengingat kebutuhan dana yang mendesak bagi masyarakat menjelang penghujung kalender.
Salah satu bantuan yang paling dinantikan adalah Bansos Susulan senilai Rp 900.000.
Dana ini dilaporkan telah masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bagi KPM BPNT murni, khususnya mereka yang baru saja menerima kartu baru dari Bank BRI.
Meskipun laporan awal banyak datang dari wilayah Sulawesi, pola percepatan ini mengindikasikan bahwa pencairan akan segera meluas ke seluruh Indonesia, termasuk KPM yang berada dalam kategori penerima susulan.
Pencairan ini sangat dinantikan sebagai dana susulan yang membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Ini menunjukkan komitmen pemerintah agar semua hak KPM tersalurkan sebelum akhir tahun.
Selain bansos tunai, Program Indonesia Pintar (PIP) juga kembali bergulir.
Sejumlah KPM melaporkan saldo masuk untuk siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) senilai Rp 450.000.
Pencairan PIP ini merupakan bagian dari Termin ke-3, yang sekaligus menjadi termin terakhir di tahun 2025. Dana pendidikan ini sangat krusial untuk menunjang kebutuhan belajar siswa.
Bagi siswa SD yang telah melakukan aktivasi rekening SimPel (Simpanan Pelajar) pada bulan September atau Oktober lalu, diimbau untuk segera mengecek buku tabungan atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) mereka secara berkala di bank penyalur, yakni BRI dan BNI.
Tidak hanya itu, bantuan Atensi Yatim Piatu (YAPI) juga dilaporkan mulai dicairkan. Dana sebesar Rp 600.000 dilaporkan masuk ke KKS baru Bank Mandiri.
Bantuan ini mencakup alokasi periode Oktober, November, dan Desember, menegaskan dukungan pemerintah kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.
KPM di seluruh wilayah NTB yang masuk dalam kategori penerima Atensi YAPI didorong untuk segera memantau saldo KKS masing-masing.
Semua KPM disarankan untuk memantau status pencairan secara mandiri melalui mobile banking atau Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bank penyalur masing-masing untuk memastikan dana telah masuk dan menghindari antrian panjang.
Editor : Kimda Farida