Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Korban Banjir Sumatera Mulai Terjangkit Tipes! Kemenkes Siaga Total Cegah Wabah Besar

Marthadi • Jumat, 5 Desember 2025 | 19:07 WIB

 

Ilustrasi evakuasi korban banjir. (Istimewa/Sumut Pos)
Ilustrasi evakuasi korban banjir. (Istimewa/Sumut Pos)
LombokPost – Ancaman kesehatan mulai membayangi ribuan korban banjir besar yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan, para penyintas banjir kini mulai terserang gatal-gatal, demam, hingga tipes—penyakit yang paling dikhawatirkan menyebar secara masif.

“Sudah mulai ada yang gatal-gatal, banyak yang demam, dan sudah banyak yang sakit tipes,” ujar Dante di Balai Kota Jakarta, Jumat (5/12).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penanganan pasca banjir tidak cukup hanya dengan bantuan logistik.

Lonjakan kasus penyakit menular membuat sektor kesehatan kini berada di titik paling kritis. Kemenkes mencatat 75 kabupaten/kota terdampak di tiga provinsi, dengan 50 wilayah masuk kategori dampak signifikan.

Untuk mencegah munculnya wabah besar, Kemenkes menerapkan empat strategi utama yang menjadi garis pertahanan kesehatan bagi para korban banjir.

1. Penanganan Medis Langsung di Lokasi Bencana

Tim medis dikerahkan ke titik pengungsian untuk menangani warga dengan luka, trauma fisik, dan gejala penyakit akut.

“Yang pertama adalah penanganan langsung terhadap korban yang mengalami luka,” kata Dante.

2. Revitalisasi Layanan Kesehatan yang Terdampak

Banyak puskesmas dan posyandu tidak dapat berfungsi karena terendam. Kemenkes segera memulihkan fasilitas tersebut atau mendirikan layanan sementara agar masyarakat tetap mendapat akses kesehatan.

“Revitalisasi pelayanan kesehatan menjadi prioritas,” jelasnya.

3. Pengiriman Obat-obatan dan Logistik Medis

Kemenkes mempercepat distribusi obat-obatan, bahan habis pakai, dan suplai kesehatan penting ke wilayah terdampak.

“Kami melakukan bantuan obat-obatan dan bahan habis pakai supaya bisa terkendali,” ujarnya.

4. Mobilisasi Tenaga Kesehatan dari Pusat ke Daerah

Tenaga kesehatan tambahan dikirim dari pusat agar penanganan medis di lapangan lebih optimal.
“Mobilisasi nakes dilakukan ke daerah terdampak,” kata Dante.

Selain itu, Kemenkes terus menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah daerah. Pertemuan virtual rutin digelar setiap hari bersama Kepala Dinas Kesehatan dari seluruh wilayah terdampak untuk memantau perkembangan kasus secara real-time, termasuk tipes dan demam.

“Hampir setiap hari kita melakukan vicon dengan Kepala Dinas seluruh daerah yang terdampak. Ada 75 kabupaten/kota dan 50 di antaranya terdampak signifikan,” tutur Dante.

Dengan ancaman penyakit yang terus meningkat, pemerintah pusat memastikan upaya penanganan tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi berlanjut pada langkah preventif untuk mencegah krisis kesehatan yang lebih besar.

Editor : Marthadi
#Kemenkes #banjir sumatera #wamenkes dante saksono #penyakit pasca banjir #tipes pasca banjir