Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kampung Terancam Hilang, Warga Ingin Cepat Direlokasi, 30 Warga Tapsel Belum Ditemukan

Lombok Post Online • Selasa, 16 Desember 2025 | 13:20 WIB
Petugas membersihkan lorong RSUD Aceh Tamiang yang dipenuhi lumpur.
Petugas membersihkan lorong RSUD Aceh Tamiang yang dipenuhi lumpur.

LombokPost - RENCANA pemerintah merelokasi hunian yang rusak sangat dinanti oleh para pengungsi. Terutama mereka yang rumahnya hancur tersapu banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November lalu.

Di Kota Padang, ada satu kampung yang nyaris hilang akibat terjangan banjir. Kampung itu bernama Batu Busuk di Kecamatan Pauh. Pantauan tim Padang Ekspres Grup Jawa Pos, hingga kemarin kondisi kampung tersebut masih memprihatinkan.

Banjir masih menggenangi pemukiman dan jalan utama. Diperkirakan, hampir separo perkampungan disapu bersih oleh bencana ini. Banjir bandang telah melumpuhkan seluruh infrastruktur dasar.

Tiang listrik roboh, akses air bersih terputus, dan persediaan logistik menipis. Jalanan utama rusak parah, bahkan ada yang hilang tergerus arus banjir. Jembatan-jembatan vital mengalami kerusakan serius.

Sebagian besar masyarakat Batu Busuk kini terpaksa mengungsi. Mereka bertahan di pengungsian dengan logistik dan sanitasi terbatas, tanpa kepastian kapan bisa kembali.

Ancaman hilangnya kampung ini semakin nyata karena derasnya arus dan material lumpur terus menggerus bibir sungai. Pengikisan ini memakan jalan dan merobohkan pemukiman, menempatkan sisa kampung di ambang bahaya.

Zulfikar, 60, warga yang sudah 30 tahun tinggal di sana, menyebut bencana kali ini adalah yang terbesar dan terparah. "Saya tinggal di sini puluhan tahun. Orang tua saya bahkan lahir dan besar di sini. Mereka pun selalu mengatakan bahwa bencana galodo kali ini adalah yang paling parah," kata Zulfikar Senin (15/12).

Dia khawatir dengan perubahan alam drastis yang membuat sungai semakin lebar dan dekat dengan sisa rumah warga. "Dulu, luas badan sungai tidak selebar ini. Sekarang, lihatlah, sungai sudah sangat dekat dengan rumah-rumah yang masih tersisa," ujarnya.

Melihat ancaman yang semakin nyata, warga mendesak Pemkot Padang segera bertindak. Permintaan utama adalah relokasi. Hal itu dianggap sebagai satu-satunya solusi logis untuk menjamin keselamatan warga dari ancaman galodo yang berkelanjutan. "Saya khawatir, jika banjir bandang datang lagi, maka kampung Batu Busuk ini akan hilang disapu bersih, tak ada lagi yang tersisa," katanya.

Korban Hilang di Tapteng

Di Tapanuli Selatan (Tapsel), berbagai persoalan krusial masih membayangi proses pemulihan. Hingga Minggu (14/12), masih ada 30 warga yang dinyatakan hilang.

Kepala Pelaksana BPBD Tapsel Julkarnaen Siregar mengakui proses pencarian menghadapi kendala berat. Tebalnya material pasir, kayu, dan lumpur menyulitkan tim di lapangan.

’’Kami kewalahan karena material sangat tebal. Namun upaya pencarian tetap dilakukan semaksimal mungkin dengan melibatkan relawan, Tim SAR, alat berat, serta pencarian manual menggunakan cangkul,” ujar Julkarnaen kepada Sumut Pos, Jumat (12/12).

Ribuan Warga Bertahan di Pengungsian

Selain pencarian korban, persoalan pengungsian juga belum terselesaikan. Tercatat 6.971 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian yang tersebar di 28 titik di tujuh kecamatan. Sebagian besar pengungsi menempati rumah ibadah, sekolah, dan rumah warga.

Wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar berada di Kecamatan Batangtoru, Angkola Selatan, dan Angkola Sangkunur. Mereka enggan kembali ke permukiman lama karena kondisi lingkungan yang dinilai sudah tidak aman. “Kampung kami sudah retak-retak. Seluruh warga takut kembali karena rawan longsor,” kata Ranto Panjang Sipahutar, Kepala Desa Tandihat. Harapan relokasi pun semakin kuat. Warga meminta pemerintah menyediakan lahan dan hunian tetap. “Sampai kapan kami harus hidup di pengungsian seperti ini?” keluh Siti, warga Desa Garoga yang rumahnya hanyut diterjang banjir bandang. (han/cr3/oni/JPG/r3)

Editor : Siti Aeny Maryam
#air bersih #pengungsi #Banjir #Bencana #rusak