Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Prabowo Targetkan Huntara Selesai Sebulan, 1.568 Dokter Siap Jadi Relawan di Wilayah Bencana

Redaksi Lombok Post • Kamis, 18 Desember 2025 | 23:09 WIB

Presiden Prabowo Datangi Titik Banjir Paling Parah di Aceh, Saksikan Alat Berat Bekerja Mati-matian:
Presiden Prabowo Datangi Titik Banjir Paling Parah di Aceh, Saksikan Alat Berat Bekerja Mati-matian:
LombokPost -- Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) dapat rampung dalam waktu satu bulan. Selain huntara, pemerintah berkomitmen melanjutkan pembangunan hunian tetap (huntap) dengan standar kualitas yang layak.

“Saya melihat rumah-rumah hunian sementara sudah mulai dibangun. Bisa selesai sebulan supaya bapak-bapak dan ibu-ibu tidak perlu tinggal di tenda,” ujar Prabowo saat meninjau posko pengungsi di SD Negeri 05 Kayu Pasak, Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (18/12/2025).

Presiden menambahkan bahwa huntap yang direncanakan akan memiliki luas sekitar 70 meter persegi. “Kualitasnya cukup baik,” imbuhnya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pembangunan huntara di Kabupaten Lima Puluh Kota telah dimulai sejak 15 Desember dengan model barak atau kopel. Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pembangunan 12 barak yang diperuntukkan bagi 60 kepala keluarga.

Di Kota Padang, warga terdampak mulai menempati 80 unit huntara di Kampung Nelayan, Koto Tangah, yang telah dilengkapi fasilitas dasar. Selain meninjau pengungsian, Presiden juga mengunjungi wilayah Padang Pariaman dan Lembah Anai guna memastikan pemulihan infrastruktur, termasuk Jembatan Bailey yang kini telah rampung.

Mobilisasi Tenaga Medis dan Insinyur


Di sektor kesehatan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memobilisasi tenaga medis. Sebanyak 1.568 dokter dan peserta internship dari berbagai wilayah di Indonesia telah terdata sebagai sukarelawan.

Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto, menjelaskan bahwa para tenaga medis akan diterjunkan secara bergilir untuk menjaga kondisi fisik mereka.

“Sampai saat ini kami mendapati ada 1.568 dokter dan internship di seluruh Indonesia yang berkenan membantu posko-posko di tiga provinsi yang terdampak itu,” ujar Brian.

Rencananya, para dokter akan bertugas selama dua minggu sebelum digantikan oleh tim berikutnya. “Jadi, per dua minggu mereka akan dikirim. Mungkin satu kali pengiriman itu 500 sampai 600 orang. Kita juga perlu memahami mereka barangkali lelah ya. Kalau lebih dari dua minggu kan kasihan. Nah, itu kita tukar lagi,” paparnya.

Selain dokter, tercatat 1.020 tenaga kesehatan lainnya juga bersedia menjadi relawan dengan sistem penugasan serupa. Terkait waktu pemberangkatan, pihak kementerian masih menunggu koordinasi teknis dari Kemenkes dan BNPB mengenai penempatan titik lokasi.

Dukungan juga datang dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang mengirimkan 402 relawan insinyur ke wilayah terdampak. Langkah ini diambil untuk mempercepat pendataan kerusakan dan pembangunan kembali fasilitas umum.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa penambahan personel sangat diperlukan di lapangan. “Sebenarnya pengiriman ini karena kami merasakan kurang personel untuk mengawal dan mencatat kerusakan yang terjadi agar bisa segera dibangun,” ungkapnya.

Editor : Redaksi Lombok Post
#prabowo #BNPB #banjir sumatera #banjir aceh