Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Prabowo Janjikan Huntara Selesai dalam Sebulan, 1.568 Dokter Bakal Jadi Relawan

Lombok Post Online • Jumat, 19 Desember 2025 | 11:04 WIB
UNTUK SUPLAI AIR BERSIH: Sebuah truk tangki air mengambil air bersih dari perusahaan air daerah karena pipa distribusi masih rusak akibat banjir bandang di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Selasa (16/12).
UNTUK SUPLAI AIR BERSIH: Sebuah truk tangki air mengambil air bersih dari perusahaan air daerah karena pipa distribusi masih rusak akibat banjir bandang di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Selasa (16/12).

LombokPost - Presiden Prabowo Subianto menjanjikan pembangunan hunian sementara (huntara) untuk para korban banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Pembangunan ini diperkirakan bakal selesai dalam waktu sebulan.

Dia juga menambahkan pemerintah akan melanjutkan pembangunan hunian tetap (huntap) dengan kualitas yang layak.

“Saya melihat rumah-rumah hunian sementara sudah mulai dibangun. Bisa selesai sebulan supaya bapak-bapak dan ibu-ibu tidak perlu tinggal di tenda,” ujar Prabowo saat meninjau kondisi pengungsi di Posko SD Negeri 05 Kayu Pasak, Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar, Kamis (18/12).

Adapun huntap direncanakan memiliki luas sekitar 70 meter persegi. “Kualitasnya cukup baik,” tambahnya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pembangunan huntara di Kabupaten Lima Puluh Kota telah dimulai sejak 15 Desember.

Sebanyak 60 kepala keluarga menjadi sasaran tahap pertama dengan model kopel atau barak. Setiap barak berisi lima unit sehingga tahap awal ditargetkan membangun 12 barak.

Di Kota Padang, warga terdampak banjir bandang mulai menempati huntara Kampung Nelayan, Koto Tangah. Sebanyak 80 unit rumah berukuran 6 x 6 meter disiapkan lengkap dengan fasilitas dasar.

Sementara itu, dari Agam, Prabowo melanjutkan peninjauan ke Padang Pariaman dan Lembah Anai untuk memastikan pemulihan infrastruktur, termasuk Jembatan Bailey yang telah selesai dibangun.

Pendataan Dokter

Terpisah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendata tenaga dokter di fakultas kedokteran, baik yang berada di tiga provinsi terdampak maupun daerah lain. Pendataan tersebut untuk menyaring tenaga dokter yang bersedia menjadi sukarelawan di lokasi bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

“Sampai saat ini kami mendapati ada 1.568 dokter dan internship di seluruh Indonesia yang berkenan membantu posko-posko di tiga provinsi yang terdampak itu,” ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto kemarin.

Pihaknya tengah menyiapkan detail pemberangkatan para tenaga medis tersebut. Rencananya, mereka akan dijadwalkan bertugas secara bergilir dua minggu sekali di daerah bencana.

“Jadi, per dua minggu mereka akan dikirim. Mungkin satu kali pengiriman itu 500 sampai 600 orang. Kita juga perlu memahami mereka barangkali lelah ya. Kalau lebih dari dua minggu kan kasihan. Nah, itu kita tukar lagi,” paparnya.

Selain itu, terdapat pula 1.020 tenaga kesehatan yang berkeinginan menjadi relawan di lokasi bencana. Sistem penugasannya pun sama, yakni digilir setiap dua minggu.

Disinggung soal waktu pengiriman, Brian mengaku masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan yang memiliki posko kesehatan di lokasi bencana, termasuk koordinasi dari BNPB terkait kekurangan SDM kesehatan dan lokasi penempatannya.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga mengirim 402 relawan berkapasitas insinyur ke Aceh, Sumut, dan Sumbar. Pengiriman relawan ini untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur atau fasilitas umum di lokasi bencana.

“Sebenarnya pengiriman ini karena kami merasakan kurang personel untuk mengawal dan mencatat kerusakan yang terjadi agar bisa segera dibangun,” papar Menteri PU Dody Hanggodo. (lyn/mia/idr/zam/ttg/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#prabowo #presiden #BNPB #Pembangunan #huntara