Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Netanyahu Siapkan Opsi Militer Terhadap Iran, Bakal Dipaparkan dalam Pertemuan dengan Donald Trump

Redaksi Lombok Post • Senin, 22 Desember 2025 | 23:00 WIB

Pengadilan Iran mengatakan sedikitnya 71 orang tewas dalam serangan Israel di penjara Evin Teheran yang terjadi selama agresi rezim baru-baru ini terhadap negara tersebut.
Pengadilan Iran mengatakan sedikitnya 71 orang tewas dalam serangan Israel di penjara Evin Teheran yang terjadi selama agresi rezim baru-baru ini terhadap negara tersebut.
LombokPost -- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan akan menyampaikan serangkaian opsi militer terhadap Iran kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pertemuan strategis tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Desember 2025 di Florida, AS, sebagaimana dilaporkan oleh lembaga penyiaran publik Israel, KAN.

Fokus pada Ekspansi Rudal Balistik Iran

Melansir laporan NBC News, Netanyahu akan memaparkan detail mengenai perluasan program rudal balistik Iran kepada Trump. Israel memperkirakan bahwa kapasitas produksi rudal balistik Iran yang telah diperbarui dapat melonjak hingga 3.000 unit per bulan apabila tidak segera ditangani.

Pemerintah Israel di Tel Aviv memandang serius upaya Teheran dalam membangun kembali kemampuan rudal dan sistem pertahanan udaranya. Fasilitas yang sebelumnya sempat rusak dalam serangan terdahulu kini disebut tengah mengalami pemulihan cepat.

”Tel Aviv mengklaim Iran mempercepat rehabilitasi fasilitas produksi yang rusak dalam serangan sebelumnya dan secara bersamaan berupaya memulihkan sistem pertahanan udaranya,” klaim laporan KAN.

Baca Juga:   Iran Buka Perundingan dengan AS, Iran Semakin Kuat dari Sisi Militer

Adapun serangan yang dimaksud terjadi pada 13 Juni lalu, di mana Israel menargetkan sejumlah situs militer, fasilitas nuklir, objek sipil, hingga menargetkan komandan militer senior dan ilmuwan nuklir.

”Skenario yang diinginkan (Netanyahu) adalah serangan unilateral Israel dan mendapatkan dukungan terbatas dari AS,” lanjut laporan tersebut.

Isu Nuklir dan Dinamika Regional

Selain masalah rudal, agenda pertemuan di Florida tersebut diprediksi tetap akan menyinggung program nuklir Iran. Isu utama yang akan dibahas meliputi rehabilitasi fasilitas pengayaan nuklir, serta mekanisme pendanaan dan persenjataan bagi kelompok-kelompok sekutu Teheran di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, mengutip mantan pejabat Gedung Putih, Donald Trump saat ini dikabarkan masih memprioritaskan rencana perdamaian di Jalur Gaza. Namun, setiap hambatan dalam implementasi gencatan senjata di Gaza dinilai dapat memengaruhi keputusan Trump dalam memberikan dukungan penuh terhadap aksi militer baru Israel terhadap Iran.

Hal ini berkaitan dengan tindakan AS yang membombardir tiga situs nuklir Iran pada 22 Juni lalu. Trump sendiri sempat memberikan peringatan keras terkait kapabilitas militer Iran beberapa pekan silam.

”Anda tahu, kami dapat melumpuhkan rudal mereka (Iran) dengan sangat cepat. Kami memiliki kekuatan besar,” ujar Trump sebagaimana dilansir dari The Washington Post.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Israel #iran #trump #perang