Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Produksi Beras RI Tembus 34 Juta Ton, Pemerintah Siapkan Rp164 Triliun Demi Swasembada Pangan 2026

Nurul Hidayati • Kamis, 15 Januari 2026 | 16:59 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

LombokPost - Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor pangan sebagai benteng pertahanan nasional.

Dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) ke-6 , Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membawa kabar gembira mengenai pencapaian produksi beras nasional yang mencetak rekor sejarah.

Pada tahun 2025, produksi beras nasional tercatat mencapai 34,71 juta ton.

Angka ini membuahkan surplus sebesar 3,52 juta ton, sekaligus meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Program Makan Bergizi Gratis: Stimulus Ekonomi Akar Rumput Penguatan pangan ini menjadi tulang punggung bagi program prestisius Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dengan alokasi APBN mencapai Rp335 triliun, program ini tidak hanya fokus pada nutrisi anak bangsa, tetapi juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi perdesaan.

Stimulus UMKM: Anggaran Rp181,8 triliun disiapkan untuk pemberdayaan UMKM desa.

Ketahanan Pangan 2026: Tambahan anggaran Rp164,4 triliun dialokasikan khusus untuk stabilitas stok pangan dan peningkatan produksi pertanian tahun depan.

“Ketahanan pangan adalah kedaulatan. Dengan Program Makan Bergizi Gratis, kita menyalurkan stimulus ekonomi besar ke tingkat akar rumput, menciptakan lapangan kerja, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi,” tegas Airlangga Hartarto.

 Baca Juga: Menko Airlangga Buka Acara 'Konstruksi Indonesia 2023'

Agrikultur Jadi Kunci Kedaulatan Energi Pemerintah juga sukses mengawinkan sektor pertanian dengan energi melalui Mandatory Biodiesel B40. Inisiatif ini terbukti ampuh secara ekonomi dan lingkungan.

Hemat Devisa: Menghemat impor Solar sebesar USD 8 miliar pada tahun 2024.

Ramah Lingkungan: Mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 42 juta ton CO2 pada 2025.

Lawan Food Loss & Tantangan Iklim Meskipun mencatatkan surplus, Menko Airlangga mengingatkan tantangan besar di depan mata, yakni perubahan iklim (El Niño dan La Niña) serta masalah Food Waste & Loss.

Berdasarkan kajian Bappenas, Indonesia kehilangan 23-48 juta ton pangan per tahun akibat manajemen logistik yang belum optimal.

Sebagai solusi, Pemerintah terus menggenjot proyek Food Estate dengan pendekatan modern farming berbasis teknologi.

Langkah ini diharapkan dapat menekan kerugian pasca-panen sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan bagi 285 juta jiwa rakyat Indonesia.

Editor : Kimda Farida
#prabowo #presiden #Airlangga #Mbg #swasembada pangan #Menko