Perubahan status ini menjadi sinyal kuat bahwa proses birokrasi anggaran telah rampung. Dana bantuan kini tinggal menunggu hitungan hari untuk dikirimkan ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Besaran bantuan yang akan diterima KPM pada awal tahun ini dipastikan beragam, menyesuaikan dengan beban tanggungan keluarga.
Mengutip informasi dari kanal Cek Bansos, berikut simulasi nominal yang terpantau dalam data bayar:
1. Komponen Anak Usia Dini & SD: Estimasi bantuan mencapai Rp 975.000.
2. Komponen Anak SD & SMP: Estimasi total sebesar Rp 600.000.
3. Bansos BPNT (Sembako): Untuk alokasi tiga bulan sekaligus (Januari–Maret), KPM dijadwalkan menerima Rp 600.000.
Bulan Februari ini juga membawa angin segar bagi KPM BPNT yang mengalami kendala pencairan pada Tahap 4 tahun 2025 lalu.
Hasil verifikasi sistem menunjukkan adanya potensi pencairan susulan atau rapel.
Indikasi ini terlihat dari status SIKS-NG yang menunjukkan "Berhasil Cek Rekening" dan tidak masuk dalam kategori gagal salur.
Artinya, dana yang sempat tertahan di akhir tahun lalu kemungkinan besar akan digabung penyalurannya dengan bantuan Tahap 1 tahun 2026 ini.
Tahun ini juga menjadi momen keberuntungan bagi warga yang sebelumnya hanya terdaftar sebagai penerima BLT Kesra (Desil 1–4).
Banyak nama baru kini terjaring masuk ke dalam sistem SIKS-NG sebagai calon penerima bansos reguler.
Saat ini, para KPM baru tersebut tengah memasuki tahap Burekol (Buka Rekening Kolektif).
Pemerintah memastikan penyaluran tetap menggunakan kartu KKS demi menjaga transparansi dan mempermudah akses masyarakat di daerah terpencil.
Meskipun status sudah SPM, masyarakat diminta bersabar. Secara teknis, proses menuju Standing Instruction (SI) hingga saldo benar-benar mendarat di ATM memerlukan waktu birokrasi perbankan.
Estimasi dana masuk ke kartu KKS berkisar antara 7 hingga 14 hari kerja setelah status SPM muncul.
Penyaluran tetap dilakukan melalui anggota Bank Himbara (Mandiri, BRI, BNI, dan BSI).
Editor : Marthadi