Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

382 Ribu Tiket Kereta Api Telah Terjual untuk Keberangkatan H-3 hingga H-1 Lebaran, Kemenhub Kukuhkan 84 Marine Inspector

Lombok Post Online • Rabu, 4 Februari 2026 | 12:23 WIB

 

TIKET KA: Sejumlah penumpang menunggu kereta api di salah satu stasion kereta api, Minggu (4/1). Walaupun libur Idul Fitri masih jauh, sebanyak 382 ribu tiket telah terjual keberangkatan lebaran.
TIKET KA: Sejumlah penumpang menunggu kereta api di salah satu stasion kereta api, Minggu (4/1). Walaupun libur Idul Fitri masih jauh, sebanyak 382 ribu tiket telah terjual keberangkatan lebaran.

LombokPost - PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menjual 382.047 tiket Lebaran.

Tiket itu untuk keberangkatan kereta api (KA) H-3 hingga H-1 Idul Fitri.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, penjualan tiket tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan KA reguler sebagai moda utama perjalanan mudik Lebaran.

”Hingga pukul 10.00 WIB Selasa (3/2), menunjukkan tren kenaikan signifikan," paparnya.

Untuk keberangkatan H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026, ada 54.387 tiket yang telah terjual.

Pada H-2 Lebaran atau 19 Maret 2026, tercatat sebanyak 56.250 tiket sudah dipesan.

”Untuk H-1 Lebaran atau 20 Maret 2026 telah terjual 39.380 tiket,” jelas Anne.

Penjualan tiket Lebaran, kata Anne, dilakukan secara bertahap mengikuti ketentuan H-45 sebelum tanggal keberangkatan.

Pola itu memberi ruang bagi masyarakat untuk menyusun rencana perjalanan mudik secara lebih terukur.

”Sekaligus mendukung pengelolaan arus penumpang yang lebih seimbang selama periode mudik,” terangnya.

Menurut Anne, hingga kemarin, total 382.047 tiket terjual. Angka itu diperkirakan terus bertambah.

Data sementara menyebut, lima stasiun tujuan dengan volume penumpang tertinggi adalah Purwokerto 18.161 pelanggan, Semarang Tawang 17.705 pelanggan, Jogjakarta 17.366 pelanggan, Kutoarjo 16.277 pelanggan, dan Surabaya Pasar Turi 14.747 pelanggan.

”Preferensi tersebut menunjukkan sebaran tujuan pelanggan yang semakin beragam, mencakup kota besar, wilayah penyangga, hingga kota tujuan lanjutan,” paparnya.

Marine Inspector. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengukuhkan 84 Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal atau Marine Inspector.

Perinciannya, 19 Marine Inspector Type A dan 65 Marine Inspector Type B di Jakarta.

Pengukuhan itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan di sektor transportasi laut sekaligus menjamin keselamatan penumpang, awak, dan kapal, serta pengguna jasa pelayaran di seluruh Indonesia.

Kepala Sub Direktorat Pencegahan Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal dan Perlindungan Lingkungan di Perairan Miftakhul Hadi mengungkapkan, Marine Inspector berkewajiban untuk memastikan bahwa kapal angkutan penumpang selalu dalam kondisi layak laut sebagaimana prinsip Zero Compromise for Safety.

Saat ini, Indonesia memiliki 103 ribu kapal dengan berbagai tipe dan ukuran.

Sebagian besar merupakan kapal yang tidak dikenakan aturan konvensi (non-konvensi) seperti kapal barang di bawah GT 500, kapal tongkang, kapal tug boat, kapal kayu, dan lainnya.

Menurut Miftakhul, kapal-kapal tersebut diperiksa dan disertifikasi oleh Marine Inspector.

”Tugas Marine Inspector sangat penting,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia meminta Marine Inspector bersiap menghadapi Angkutan Lebaran 2026.

Sebab, pengguna kapal penumpang bakal meningkat.

”Kapal harus layak dan beri pelayanan terbaik,” ujar Miftakhul. (raf/idr/aph/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#penumpang #lebaran #kereta #KAI #Tiket