Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir meski istilah megathrust kerap dikaitkan dengan gempa besar.
“Gempa Pacitan tadi pagi jenis gempa megathrust yang tergambar dari mekanisme sumbernya berupa pergerakan naik atau thrusting, dengan kedalaman dangkal,” ujar Daryono kepada wartawan, Jumat (6/2).
Menurutnya, kondisi patut disyukuri karena gempa tersebut tidak mencapai magnitudo 7,0.
“Jika mencapai magnitudo 7,0, gempa megathrust bisa berpotensi tsunami. Namun gempa Pacitan ini tidak,” tegasnya.
Daryono menjelaskan, wilayah Pacitan memang berada dekat zona megathrust Jawa, serta memiliki banyak sumber gempa sesar aktif di dasar laut selatan.
“Di bawah Pacitan, pada kedalaman menengah sekitar 60 hingga 300 kilometer, terdapat zona Benioff, tempat terjadinya gempa-gempa dalam lempeng atau intra-slab,” katanya.
Terkait gempa susulan, BMKG mencatat seluruh aktivitas gempa lanjutan berada di bawah magnitudo 5 dan menunjukkan tren melemah.
“Kemungkinan terjadinya gempa susulan yang lebih besar dari gempa utama sangat kecil. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tandas Daryono.
Sebelumnya, gempa tektonik bermagnitudo 6,4 yang berpusat di perairan selatan Kabupaten Pacitan terjadi sekitar pukul 01.10 WIB dan dirasakan luas di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa.
Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, mengatakan guncangan gempa terasa hingga Kabupaten Jember.
“Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa dirasakan warga di dalam ruangan dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” ujarnya, dikutip dari Antara.
Guncangan gempa juga dilaporkan dirasakan di sejumlah daerah lain di Jawa Timur, seperti Trenggalek, Tulungagung, Surabaya, Pasuruan, Jember, hingga Banyuwangi, serta beberapa wilayah di jalur Pantura. BPBD setempat masih melakukan pemantauan dampak, khususnya terhadap potensi kerusakan bangunan.
Editor : Marthadi