Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kemenag Ungkap Rahasia Agama Jadi Kunci Selamatkan Bumi dari Krisis Global, Simak Selengkapnya!

Nurul Hidayati • Senin, 9 Februari 2026 | 10:13 WIB
Wakil Menteri Agama Romo Syafi
Wakil Menteri Agama Romo Syafi

LombokPost - Di tengah ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin nyata, Kementerian Agama RI menekankan pentingnya peran agama dalam menyelamatkan ekosistem melalui konsep Ekoteologi.

Pendekatan ini menempatkan kelestarian alam bukan hanya sebagai masalah teknis atau politik, melainkan sebagai bagian fundamental dari iman dan tanggung jawab spiritual manusia.

Ekoteologi hadir sebagai refleksi keagamaan yang mengajarkan bahwa menjaga bumi adalah bentuk ibadah.

Kemenag memandang bahwa kerukunan antarumat beragama memiliki peran krusial dalam menghadapi krisis global ini, karena seluruh agama memiliki misi yang sama dalam menjaga keberlangsungan hidup di bumi.

Kolaborasi Lintas Iman Hadapi Krisis

Krisis lingkungan sering kali dipicu oleh eksploitasi alam yang berlebihan tanpa memperhatikan etika. Melalui perspektif ekoteologi, Kemenag mendorong.

Etika Lingkungan Berbasis Agama: Mengajak umat untuk memandang alam sebagai titipan Tuhan yang harus dijaga, bukan sekadar komoditas untuk dikuras.

Kerukunan Sebagai Fondasi: Krisis global tidak bisa diselesaikan oleh satu kelompok saja.

Kebersamaan antarumat beragama dalam gerakan peduli lingkungan (seperti penghijauan dan pengurangan sampah) menjadi kekuatan besar untuk perubahan.

Kunci Menghadapi Krisis Global: Integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual dianggap sebagai solusi paling efektif untuk mengubah perilaku masyarakat dalam berinteraksi dengan alam.

Agama Sebagai Solusi Masa Depan

Menteri Agama menekankan bahwa moderasi beragama tidak hanya soal hubungan antarmanusia, tetapi juga hubungan manusia dengan alam.

Dengan menguatkan kerukunan dan menerapkan nilai ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Indonesia diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menghadapi dampak pemanasan global dan krisis energi.

Gerakan ini bukan sekadar wacana, melainkan seruan aksi bagi seluruh pemuka agama dan umat untuk menjadikan rumah ibadah sebagai pusat edukasi lingkungan.

Dengan demikian, kelestarian alam akan tetap terjaga bagi generasi mendatang sebagai warisan yang mulia.

Menjaga bumi adalah tugas suci bagi semua umat.

Editor : Kimda Farida
#global #Kemenag #krisis #kerukunan #beragama