LombokPost – Pencairan Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 1 tahun 2026 terus menunjukkan progres signifikan.
Hingga memasuki pekan kedua Februari 2026, ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan saldo Bansos telah masuk di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Menariknya, nominal Bansos yang diterima warga sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga mencapai Rp 1,5 juta.
Perbedaan angka Bansos ini sangat bergantung pada jumlah dan jenis komponen anggota keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Berdasarkan pantauan terkini hingga Selasa (10/2), laporan transaksi sukses datang dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dikutip dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, berikut adalah rincian saldo yang diterima KPM berdasarkan komponen keluarganya:
1. Komponen Balita Ganda: Saldo sebesar Rp 1.500.000 masuk untuk keluarga dengan dua balita.
2. Kombinasi Balita dan Sekolah: Saldo Rp 975.000 tercatat masuk untuk komponen satu balita dan satu anak SD.
3. Kombinasi SMA dan SD: Saldo Rp 950.000 bagi keluarga dengan satu anak SMA dan dua anak SD.
4. Komponen Lansia: Nominal Rp 600.000 terpantau cair merata di wilayah Sukabumi, Tangerang, hingga Cimahi.
5. Komponen Tunggal: Saldo Rp 750.000 (balita) dan Rp 225.000 (anak SD) juga dilaporkan sudah bisa ditarik tunai.
Proses pencairan Bansos kali ini membuktikan pemerintah tidak membeda-bedakan usia kartu. Pemilik KKS lama terbitan tahun 2017, 2018, dan 2020 terpantau masih menerima bantuan dengan lancar selama status mereka aktif.
Di sisi lain, para penerima baru pemegang KKS terbitan 2025 juga sudah mulai mencicipi pencairan perdana mereka, terutama untuk komponen anak sekolah.
Terkait sebaran wilayah, pencairan dilakukan secara bertahap (termin), sehingga waktu masuknya saldo antar daerah bisa berbeda. Beberapa wilayah yang melaporkan progres masif antara lain:
1. Jawa Barat: Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, Cimahi, Bandung, Cirebon, dan Bandung Barat.
2. Banten: Serang dan Tangerang.
3. Jawa Tengah dan Timur: Pekalongan dan Surabaya.
4. NTB: Sejumlah titik di Mataram dan Lombok terpantau mulai masuk ke tahap antrean sistem.
Editor : Rury Anjas Andita