Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

TJSL PLN 2025 Tembus 701 Ribu Penerima, UMK dan Lingkungan Terdongkrak

Marthadi • Kamis, 19 Februari 2026 | 12:48 WIB

Penyalaan sambungan listrik gratis program "Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan" di Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Jumat (17/10/2025).
Penyalaan sambungan listrik gratis program "Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan" di Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Jumat (17/10/2025).
LombokPost – Bukan sekadar menyalakan lampu. Sepanjang 2025, PT PLN (Persero) telah menyentuh langsung kehidupan 701.938 warga Indonesia lewat 1.627 program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dampaknya tak hanya sosial, tetapi juga ekonomi dan lingkungan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa peran PLN kini melampaui penyedia listrik.

“PLN tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga hadir sebagai agen transformasi sosial yang aktif mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sepanjang 2025, program TJSL PLN menyerap 34.408 tenaga kerja dan melibatkan 23.335 usaha mikro dan kecil (UMK) di 38 provinsi. Pendekatan yang digunakan berbasis creating shared value (CSV), atau menciptakan nilai bersama bagi perusahaan dan masyarakat.

Fokus Pendidikan, Lingkungan, dan UMK

Program TJSL PLN difokuskan pada tiga sektor utama untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs): pendidikan, lingkungan, dan pengembangan UMKM.

Di sektor pendidikan, PLN menggandeng TNI membangun fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pangkalan TNI AU Atang Sandjaja, Kabupaten Bogor.

Program ini menyediakan 3.900 porsi makanan bergizi gratis setiap hari bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Operasional dapur tersebut juga memberdayakan ratusan tenaga kerja lokal.

Pada sektor kelistrikan, lebih dari 8.000 keluarga prasejahtera di 12 provinsi mendapatkan sambungan listrik gratis sepanjang 2025.

“Melalui program sambung listrik, kami ingin memastikan keadilan energi benar-benar terwujud,” tegas Darmawan.

145 Ribu Pohon dan Sanitasi untuk 15 Ribu Warga

Di bidang lingkungan, PLN menjalankan 53 program penghijauan di 41 lokasi unit kerja. Total lebih dari 145 ribu pohon ditanam untuk mendukung penyerapan karbon, konservasi tanah, dan tata kelola air.

Tak hanya itu, PLN juga membangun ratusan titik sumur bor, pipanisasi rumah, septic tank, toren, MCK, hingga biopori bagi 15.265 penerima manfaat di 18 lokasi di seluruh Indonesia.

9.275 UMK Terdaftar, Didorong Naik Kelas

Penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui Program Pembinaan Mitra dan UMK Naik Kelas. Program ini berjalan melalui 26 Rumah BUMN dan 8 UMK HUB di berbagai daerah.

Hingga kini, 9.275 UMK telah terdaftar dalam Dashboard TJSL PLN Peduli melalui laman plnpeduli.id. Pembinaan dilakukan lewat expo, pameran, pelatihan peningkatan kapasitas, hingga sertifikasi produk.

“UMK adalah tulang punggung perekonomian nasional. Melalui program pembinaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, PLN ingin mendorong UMK naik kelas dan memperluas akses pasar,” jelas Darmawan.

Respons Cepat Saat Bencana

PLN juga aktif dalam penanganan bencana di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain memulihkan kelistrikan, PLN menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir dan tanah longsor.

“Pascabencana terjadi, PLN tidak hanya hadir untuk memulihkan listrik, tetapi juga menghadirkan harapan,” tutup Darmawan.

Dengan capaian tersebut, PLN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Editor : Marthadi
#program tjsl pln #Sambung Listrik Gratis #Penghijauan PLN #PLN Peduli 2025 #umk naik kelas