Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sentilan Keras Menkeu Purbaya, Bank Syariah Jangan Cuma Jual Istilah Tapi Lebih Mahal!

Nurul Hidayati • Kamis, 19 Februari 2026 | 18:30 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal transisi besar menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal transisi besar menuju Visi Indonesia Emas 2045.

LombokPost - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik tajam terhadap industri perbankan syariah di tanah air.

Dalam pernyataan terbarunya, Purbaya menyoroti biaya layanan bank syariah yang cenderung lebih mahal dibandingkan bank konvensional, sehingga gagal memberikan keunggulan kompetitif bagi masyarakat dan pelaku usaha.

"Kalau saya tanya ke pelaku bisnis, lebih mahal atau lebih murah? Rata-rata lebih mahal. Bahkan lebih menyulitkan. Jadi bukan itu yang diinginkan dari ekonomi berbasis syariah," tegas Purbaya.

Kritik Substansi: Bukan Sekadar Ganti Nama

Purbaya menilai implementasi ekonomi syariah di Indonesia masih terjebak pada tataran simbolis.

Ia mengkritik praktik perbankan yang seolah hanya mengganti terminologi bunga dengan istilah lain tanpa menjalankan prinsip dasar Islam secara substansial.

Menurutnya, esensi ekonomi syariah adalah menghadirkan sistem keuangan yang Adil dan Transparan: Tidak memberatkan nasabah.

Efisien: Memiliki biaya operasional yang kompetitif. Produktif: Mendukung sektor riil, bukan sekadar mengejar keuntungan maksimal (profit-oriented). Belajar dari Jerman, Bukan Sekadar Retorika

Menariknya, Menkeu Purbaya membandingkan praktik di Indonesia dengan sistem perbankan di Jerman. Meski bukan negara Muslim, perbankan di sana dinilai menerapkan prinsip yang "nafasnya" mirip syariah, yakni fokus pada keberlanjutan ekonomi dan biaya pinjaman yang rendah.

"Kita mesti berhitung ulang tentang cara kita menjalankan praktik-praktik syariah. Ekonomi syariah adalah bagian dari strategi besar pembangunan, sejajar dengan ekonomi hijau dan ekonomi digital. Bukan simbol, bukan retorika," tambahnya.

Potensi Besar yang Masih Tertinggal

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Purbaya menyayangkan bank syariah belum mampu menjadi pemain utama di pasar domestik. Ia mendesak adanya evaluasi total agar perbankan syariah tidak hanya menjadi alternatif pinggiran, tetapi menjadi arus utama (mainstream) dalam sistem ekonomi nasional.

Pengembangan ekonomi syariah memerlukan komitmen kuat agar tidak berhenti pada tataran konsep. Menkeu menekankan bahwa transformasi ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

Poin Penting Evaluasi Menkeu

Pricing: Margin syariah harus lebih kompetitif dari bunga konvensional.

Inovasi: Produk harus benar-benar mendukung kegiatan produktif masyarakat.

Aksesibilitas: Menghilangkan kesan "menyulitkan" bagi para pelaku bisnis.

Editor : Kimda Farida
#menkeu #bank #evaluasi #Purbaya #mahal #syariah