LombokPost - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan rapat koordinasi intensif dengan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal guna memastikan kesiapan Provinsi Lampung sebagai pintu gerbang utama Pulau Sumatra pada periode Angkutan Lebaran 2026.
Lampung diprediksi akan menjadi salah satu titik tersibuk dengan perkiraan 778 ribu pemudik menjadikan wilayah ini sebagai tujuan favorit.
Menhub Dudy menekankan bahwa Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni akan menjadi sorotan nasional.
Sebagai pelabuhan tujuan, Bakauheni diperkirakan akan menerima lonjakan hingga 2,94 juta orang yang menyeberang dari Pulau Jawa.
Strategi Delaying System dan Buffer Zone
Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di area pelabuhan, pemerintah akan menerapkan delaying system (sistem penundaan) yang tersebar di 10 titik buffer zone, baik di ruas jalan tol maupun arteri.
Fungsi Buffer Zone: Memanfaatkan terminal, area parkir, hingga rumah makan untuk memecah kepadatan arus.
Manfaat bagi Pemudik: Lokasi ini juga difungsikan sebagai tempat istirahat sementara sebelum pemudik melanjutkan perjalanan jauh melintasi Trans-Sumatra.
Waspadai Pasar Tumpah dan Jalur Wisata
Menhub meminta Pemprov Lampung memberikan perhatian ekstra pada hambatan samping yang sering memicu kemacetan di jalan nasional, di antaranya:
Pasar Tumpah: Lokasi kritis seperti Pasar Pringsewu, Pasar Natar, dan Plaza Bandar Jaya.
Lokasi Wisata: Antisipasi lonjakan pengunjung pasca-Lebaran di Pantai Arang dan Air Terjun Way Tebing Cepa.
Keamanan Perlintasan Sebidang dan Titik Rencana
Isu keselamatan di jalur kereta api juga menjadi prioritas. Dari 139 titik perlintasan sebidang di Lampung, pemerintah telah melakukan penambahan 129 penjaga lintasan untuk meningkatkan pengawasan, terutama di jalur arteri menuju Bakauheni.
Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait diperkuat untuk menangani titik rawan bencana seperti banjir, rob, dan tanah longsor yang kerap terjadi di musim penghujan.
"Sinergi dengan Pemprov Lampung adalah fondasi penting. Angka pergerakan di Bakauheni tidak berdiri sendiri karena sangat bergantung pada arus dari Merak. Manajemen operasional yang optimal adalah harga mati untuk kenyamanan pemudik," tegas Menhub Dudy.
Editor : Kimda Farida