LombokPost - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan koordinasi intensif dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Pertemuan ini menjadi sangat krusial mengingat Jawa Timur diprediksi akan menjadi provinsi tujuan mudik favorit nomor dua secara nasional dengan arus masuk mencapai 27,29 juta orang.
Selain sebagai tujuan, Jawa Timur juga menempati peringkat ketiga sebagai daerah asal pemudik (17,12 juta orang) serta menjadi jembatan utama koridor Jawa-Bali.
"Sinergi ini adalah kunci agar mobilitas yang luar biasa besar ini tetap berjalan tertib dan lancar," ujar Menhub Dudy.
Kesiapan Armada Masif lintas Moda
Pemerintah telah menyiagakan ribuan unit sarana transportasi untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik di wilayah Jawa Timur.
Darat: 31.000 unit bus siap angkut 1,25 juta penumpang.
Laut: 829 unit kapal dengan kapasitas 3,26 juta penumpang.
Kereta Api: 3.821 unit sarana melayani penumpang di 668 stasiun.
Udara: 392 unit pesawat di 257 bandar udara.
Penyeberangan: 255 unit kapal disiapkan untuk melayani 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan.
Skema Khusus: Delaying System dan Ramp Check
Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di titik kritis, Kemenhub menerapkan sejumlah langkah antisipatif:
Pelabuhan Ketapang: Penyediaan lokasi delaying system guna mengatur ritme kendaraan yang akan menyeberang ke Bali.
Rest Area Tambahan: Pemanfaatan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) sebagai tempat istirahat pemudik.
Keselamatan Harga Mati: Pelaksanaan ramp check (inspeksi keselamatan) besar-besaran terhadap bus AKDP dan pariwisata di 29 terminal Tipe B serta pool kendaraan mulai 2 Februari hingga 25 Maret 2026.
Pengawasan Titik Rawan dan Perlintasan Sebidang
Menhub menekankan pentingnya pengawasan real-time pada perlintasan sebidang kereta api dan jalur arteri padat. Tim gabungan dari Dishub, Polri, dan TNI akan disiagakan di posko-posko pemantauan untuk mempercepat penanganan jika terjadi gangguan operasional.
"Kami optimistis, dengan dukungan penuh Pemprov Jatim, potensi pergerakan masyarakat yang masif di Surabaya dan sekitarnya dapat dikelola secara terukur," tutup Menhub Dudy.
Editor : Kimda Farida